
Dirjen PHU Hilman Latief dan Iyad bin Ahmed Rahbini (the Assistant Deputy Minister for Hajj Operations) berkoordinasi lakukan mitigasi kedaruratan
Penulis: Fityan
TVRINews – Makkah
Kemacetan dan keterlambatan bus picu aksi spontan ribuan jemaah haji Indonesia berjalan kaki
Proses pemindahan jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina mengalami keterlambatan yang memicu kepanikan hingga aksi nekat ribuan jemaah yang memilih berjalan kaki di tengah kelelahan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa meski pemberangkatan awal telah dimulai tepat waktu sesuai kebijakan otoritas Arab Saudi pada pukul 23.35 Waktu Arab Saudi (WAS), proses evakuasi baru benar-benar tuntas pada pukul 09.40 WAS. Ini berarti terjadi keterlambatan sekitar 40 menit dari target semula, yaitu pukul 09.00 WAS.
Menurut Hilman, kendala utama datang dari jadwal operasional bus yang tidak konsisten. “Ribuan armada yang harus dikoordinasikan membuat antrean panjang dan menyebabkan kepanikan. Bahkan banyak jemaah memilih keluar dari area Muzdalifah sebelum dijemput,” ungkapnya dalam keterangan resmi di Makkah.
Situasi semakin kompleks ketika lalu lintas padat menyebabkan keterlambatan perputaran bus dari Mina ke Muzdalifah. Dalam kondisi kelelahan dan ketidakpastian, sebagian besar jemaah, terutama dari berbagai maktab, memutuskan berjalan kaki menuju Mina.
“Pergerakan spontan para pejalan kaki ini membuat jalur bus terhambat dan situasi makin sulit dikendalikan,” jelas Hilman.
Dalam kondisi darurat, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengaktifkan koordinasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi. Permintaan intervensi langsung dikirim pada pukul 03.12 WAS untuk mempercepat pengiriman armada bus. Tak hanya itu, permintaan bantuan logistik berupa air minum, makanan ringan, dan pelindung panas juga diajukan.
Empat kontainer bantuan akhirnya tiba pada pukul 08.50 WAS dan dibagikan langsung kepada jemaah di lokasi. Namun, kondisi tetap menantang hingga seluruh jemaah Indonesia berhasil dievakuasi pada pukul 09.40 WAS.
Hilman menekankan pentingnya pengendalian lebih ketat di fase krusial seperti Muzdalifah–Mina. “Kami bersyukur seluruh jemaah berhasil dipindahkan dengan selamat meski dalam kondisi sulit, dan mengapresiasi respon cepat otoritas Saudi. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” tutupnya.
Baca Juga: Putra Mahkota Saudi Tinjau Bus Haji: 20 Ribu Jemaah Per Jam ke Masjidil Haram
Editor: Redaktur TVRINews
