Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Ukraina
Amerika Serikat akan mengirimkan bantuan kepada Ukraina berupa senjata, bahkan Presiden AS Joe Biden menyebut serangan Rusia di Ukraina sebagai genosida untuk pertama kalinya.
"Kami akan membiarkan pengacara memutuskan secara internasional apakah itu memenuhi syarat atau tidak, tetapi tampaknya seperti itu (genosida) bagi saya," kata Biden yang dilansir dari Reuters, Rabu (13/4/2022).
Dengan ini, Ukraina berani mengancam balik Rusia untuk membebaskan tawanan perang sebagai gantinya. Pihaknya akan membebaskan sekutu paling dekat yang berada di Kremlin.
"Saya mengusulkan kepada Rusia, tukarkan orang anda ini dengan pria dan wanita kami yang sekarang ditahan di Rusia," kata Volodymyr Zelenskiy, Presiden Ukraina.
Baca Juga: Ukraina Nyatakan Siap Melawan Rusia Pasca Insiden Kramatorsk
Meski demikian, Rusia telah berulang kali membantah menargetkan warga sipil dan tuduhan Ukraina serta koloni Barat atas kejahatan perang yang dibuat untuk mendiskreditkan pasukannya. Salah satu tokoh pro-Rusia membantah melakukan kesalahan.
Bahkan, seorang juru bicara yang berada di Kremlin mempertanyakan kebenaran dari beredar luasnya foto Viktor Medvedchuk, salah seorang anggota parlemen Ukraina yang diborgol dan tidak bisa mengatakan apakah itu asli.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan komentar kepada publik untuk pertama kali setelah lebih dari satu minggu menghilang dan bersikeras bahwa Rusia akan secara berirama dan tenang melanjutkan operasinya untuk mencapai tujuannya.
“Negosiasi damai terputus-putus, sekali lagi kembali ke situasi buntu bagi kita," tutur Putin.
Baca Juga: Ketua KPU Berharap RDP dengan DPR Besok Menghasilkan Keputusan Strategis










