
Donald Trump dan Xi Jinping berjabat tangan saat konferensi pers di Beijing (Foto : BBC News)
Writer: Fityan
TVRINews – Washington
Trump Menolak Kekuatan Koalisi Tiongkok dan Rusia, Sebut Beijing 'Sangat Membutuhkan' Washington
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak anggapan bahwa hubungan yang semakin erat antara Tiongkok, Rusia, dan sekutu mereka merupakan ancaman bagi AS di panggung global. Trump menegaskan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan mengklaim Tiongkok lebih membutuhkan AS daripada sebaliknya.
Pernyataan ini muncul saat Presiden Xi Jinping bersiap menjadi tuan rumah parade "Hari Kemenangan" di Beijing pada Rabu (3/9). Acara ini disebut-sebut sebagai ajang pamer kekuatan militer Tiongkok, yang dihadiri oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kehadiran para pemimpin ini dipandang oleh sejumlah pengamat sebagai pesan terhadap negara-negara Barat yang menolak mereka.
"Tidak. Sama sekali tidak," kata Trump saat ditanya oleh BBC apakah ia meyakini Beijing dan sekutunya mencoba membentuk koalisi internasional untuk menentang AS. "Tiongkok sangat membutuhkan kita."
Trump menambahkan, "Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi, seperti yang Anda tahu. Tapi Tiongkok jauh lebih membutuhkan kita daripada kita membutuhkan mereka. Saya tidak melihat adanya hal seperti itu sama sekali."
Di kesempatan lain, dalam wawancara radio pada Selasa (2/9) , Trump mengaku tidak khawatir dengan poros yang terbentuk antara Rusia dan Tiongkok. Ia mengatakan kepada acara radio Scott Jennings bahwa Amerika memiliki "kekuatan militer paling kuat di dunia" dan bahwa mereka "tidak akan pernah menggunakan kekuatan militer mereka untuk melawan kita."
"Percayalah, itu akan menjadi hal terburuk yang bisa mereka lakukan," ujar Trump, dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Putin karena gagal mencapai kesepakatan damai untuk Ukraina dalam pertemuan mereka di Alaska bulan lalu. "Saya sangat kecewa dengan Presiden Putin, saya bisa katakan itu," kata Trump, sambil menambahkan bahwa AS "akan melakukan sesuatu untuk membantu rakyat Ukraina." Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, Tiongkok sendiri tidak secara terbuka mengkritik invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina. Beijing dituduh oleh Barat membantu upaya perang Rusia dengan memasok material yang dapat digunakan ganda dan membeli minyak Rusia. Tuduhan ini telah dibantah oleh Tiongkok. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, melaporkan bahwa Rusia sedang melakukan penumpukan pasukan baru di sejumlah sektor garis depan.
Baca juga: Tiga Serangkai di Tiananmen: Xi, Putin, dan Kim Pimpin Parade Kemenangan China
Editor: Redaksi TVRINews
