
Foto : AFP
Penulis: Fityan
TVRINews – San Diego, AS
Aksi ICE di restoran, gym, hingga kantor imigrasi disaksikan langsung warga, membuat banyak orang biasa turun ke jalan untuk pertama kalinya.
Ketika Adam Greenfield melihat kendaraan bertuliskan Immigration and Customs Enforcement (ICE) berhenti di depan rumahnya di San Diego, ia tak menyangka akan menjadi saksi dari salah satu penangkapan imigran paling mengejutkan di lingkungannya. Dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari sakit, ia langsung keluar rumah tanpa alas kaki, hanya dengan iPhone di tangan. Di depan matanya, sekelompok agen ICE bertopeng melakukan penggerebekan terhadap restoran Italia favorit di kawasan itu.
“Saya tidak bisa tinggal diam. Ini terjadi tepat di depan pintu rumah saya,” ujarnya, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (21/6).
Greenfield bukan satu-satunya. Semakin banyak warga Amerika kini menyaksikan langsung penangkapan imigran yang dilakukan di tempat umum di restoran, pusat kebugaran, bahkan tempat kerja. Banyak dari mereka, yang sebelumnya tak pernah terlibat dalam aksi protes politik, tiba-tiba beraksi: merekam, menghadang, atau turun ke jalan memprotes kebijakan imigrasi pemerintah.
Penangkapan yang Terlihat dan Terasa :
Pada malam 30 Mei Lalu , saat penggerebekan restoran di San Diego, lebih dari 70 warga berkumpul termasuk kakek-nenek, veteran militer, dan pasangan yang baru datang untuk makan malam. Petugas ICE melempar flash bang agar massa mundur sebelum akhirnya membawa empat pekerja restoran.
"Ini dilakukan jam 5 sore, di jam makan malam, di persimpangan ramai. Mereka jelas sedang mengirim pesan," kata Greenfield. "Tapi saya rasa pesan mereka malah memicu kemarahan lebih besar."
Kehadiran ICE Jadi Pemandangan Publik :
Di kota Downey, California, Melyssa Rivas tak akan melupakan pagi itu. Ia keluar dari kantornya saat mendengar teriakan wanita muda, dan melihat seorang pria dikelilingi agen ICE bertopeng. “Rasanya seperti adegan dalam film,” ucapnya.
Agen-agen tersebut akhirnya pergi tanpa membawa siapapun, setelah dikerumuni warga yang marah. Pria yang hampir ditangkap bercerita, dirinya dikejar dari tempat kerjanya di tempat cuci mobil. Hari itu, agen ICE juga terlihat di Home Depot, lokasi konstruksi, dan gym LA Fitness.
“Semua orang terguncang,” kata Alex Frayde, pegawai LA Fitness, yang berjaga di pintu untuk mencegah agen masuk.
Protes Massa di Gedung ICE :
Di Spokane, Washington, emosi warga memuncak saat dua pencari suaka asal Venezuela ditahan saat cek rutin di gedung ICE. Salah satunya adalah rekan sekamar mantan anggota dewan kota, Ben Stuckart, yang kemudian mengunggah seruan aksi di Facebook.
“Saya akan duduk di depan busnya,” tulisnya. “Komunitas Latino butuh dukungan kita sekarang juga!”
Lebih dari 180 polisi dikerahkan, 30 orang ditangkap termasuk Stuckart. Aksi itu menyatukan warga dari berbagai latar belakang.
“Saya bukan orang yang suka politik, tapi anak-anak imigran yang main di halaman saya membuat saya sadar ini menyangkut kemanusiaan,” kata Aysha Mercer, ibu rumah tangga yang akhirnya ikut turun ke jalan pada 14 Juni dalam aksi “No Kings”.
Kebijakan yang Dihadang Komunitas :
Wakil Presiden JD Vance membela aksi ICE. Ia menyebut moral agen jatuh karena “tidak diberi izin menjalankan tugas” oleh pemerintah lokal di kota-kota berstatus sanctuary city.
Namun bagi banyak warga biasa, kebijakan ini kini terlalu dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
“Awalnya kami hanya menonton dari jauh. Tapi sekarang, kami tidak bisa tidak terlibat,” ujar Greenfield.
Baca Juga: Trump Bantah Intelijen AS: "Iran Sedang Bangun Senjata Nuklir"
Editor: Redaktur TVRINews
