TVRINews, Jepang
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menggelar program Akad Nikah Bersama bagi warga negara Indonesia (WNI) di Sapporo, Hokkaido, Jepang, Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Jepang ini merupakan bagian dari upaya KBRI menghadirkan layanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh WNI.
Program yang berlangsung di Masjid Sapporo tersebut diikuti delapan pasangan mempelai. Dari jumlah itu, dua pasangan merupakan sesama WNI, sementara enam pasangan lainnya adalah pernikahan campuran antara WNI dan warga Jepang.

Kegiatan terselenggara atas kerja sama KBRI Tokyo dengan Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Hokkaido, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido, Komunitas Ngaji Kuy, Sahabat Hokkaido Indonesia (SaHI), dan Pengajian Muslimah Sakura.
Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, melalui Koordinator Fungsi Protokol Konsuler KBRI Tokyo Dara Yusilawati, menyampaikan ucapan selamat kepada para mempelai sekaligus berpesan agar membangun keluarga yang harmonis.
"Keluarga sangat sentral dalam kehidupan kita dan menjadi kunci kebahagiaan. Bentuklah keluarga yang sakinah, mawaddah, membawa rahmat, keberkahan, dan kebahagiaan bagi semua. Terus jaga keharmonisan rumah tangga dan jadilah teladan bagi anak-anak nantinya," ujar Kartini dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Senin, 20 Juli 2026.
Menurut KBRI Tokyo, program Akad Nikah Bersama merupakan layanan jemput bola yang dirancang untuk memudahkan WNI yang tinggal jauh dari Tokyo. Dengan program ini, WNI tidak perlu datang ke ibu kota Jepang atau kembali ke Indonesia hanya untuk melangsungkan akad nikah, sehingga dapat menghemat waktu maupun biaya.
Hal tersebut juga penting mengingat pernikahan WNI muslim di Jepang harus difasilitasi oleh perwakilan RI agar memperoleh buku nikah dan tercatat secara resmi dalam Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).
KBRI Tokyo menyatakan program serupa akan diperluas ke kota-kota lain di Jepang sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada WNI di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rois Suriah PCINU Jepang, K.H. Ahmad Musyaffa' Asady, mengingatkan bahwa akad nikah merupakan perjanjian yang agung dan harus dilandasi niat menjalankan syariat Islam.
Sebelum pelaksanaan akad nikah, KBRI Tokyo juga menggelar dialog dengan masyarakat Indonesia di Hokkaido. Dalam pertemuan tersebut, KBRI mengajak seluruh WNI untuk saling menjaga dan memberikan dukungan kepada sesama warga Indonesia yang menghadapi persoalan atau tekanan di tempat kerja.
Data KBRI menunjukkan jumlah WNI di Hokkaido terus mengalami peningkatan. Per Desember 2025 tercatat sebanyak 12.841 WNI tinggal di wilayah tersebut, naik dari 8.711 orang pada 2024. Mayoritas merupakan peserta program Technical Intern Training Program (TITP) dan Special Skilled Worker (SSW) yang bekerja di sektor pertanian, peternakan, konstruksi, perawat, dan caregiver, serta sebagian merupakan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Hokkaido University.










