TVRINews – Singapura
CDA Konfirmasi Hasil Uji Laboratorium dan Lakukan Karantina Lanjutan 30 Hari.
Otoritas kesehatan Singapura mengonfirmasi bahwa dua warga yang sempat berada di dalam kapal pesiar dengan wabah hantavirus dinyatakan negatif berdasarkan hasil uji laboratorium. Meski demikian, prosedur pencegahan ketat tetap diberlakukan guna memastikan keamanan publik.
Communicable Diseases Agency (CDA) menyatakan bahwa Laboratorium Kesehatan Publik telah melakukan pengujian terhadap berbagai sampel dari kedua pria tersebut.
Hasilnya menunjukkan bahwa hantavirus, termasuk varian virus Andes, tidak terdeteksi dalam tubuh mereka.
Protokol Isolasi Ketat
Saat ini, kedua individu tersebut sedang menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID). Langkah ini diambil setelah keduanya diketahui sempat berada di atas kapal MV Hondius, kapal pesiar yang melaporkan adanya wabah hantavirus.
Selain itu, mereka tercatat berada dalam satu penerbangan yang sama dengan seorang pasien terkonfirmasi hantavirus yang kemudian meninggal dunia.
Sebagai langkah mitigasi risiko, CDA menetapkan masa karantina wajib selama 30 hari terhitung sejak tanggal paparan terakhir.
"Sebagai tindakan pencegahan, mereka akan dikarantina selama 30 hari dan pengujian ulang akan dilakukan sebelum mereka dibebaskan dari masa karantina," ungkap pernyataan resmi CDA, dikuitip Minggu, 10 Mei 2026.
Pemantauan Jangka Panjang
Setelah masa karantina berakhir, prosedur tidak berhenti di sana. Kedua pria tersebut akan tetap berada di bawah pengawasan telepon selama sisa periode pemantauan hingga hari ke-45.
Durasi ini dipilih karena merupakan masa inkubasi maksimal bagi paparan hantavirus.
Data otoritas mencatat profil kedua individu tersebut sebagai berikut:
• Individu Pertama: Warga negara Singapura berusia 67 tahun, tiba di Singapura pada 2 Mei.
• Individu Kedua: Penduduk tetap (Permanent Resident) Singapura berusia 65 tahun, tiba pada 6 Mei.
Kronologi keterlibatan mereka dimulai saat CDA menerima notifikasi pada 4 dan 5 Mei. Diketahui keduanya menumpangi MV Hondius saat berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina, pada 1 April.
Keduanya kemudian melakukan perjalanan udara dari St. Helena menuju Johannesburg pada 25 April bersama seorang pasien yang kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan.
Risiko Publik Terkendali
Hingga saat ini, pemerintah Singapura memastikan bahwa situasi masih berada dalam kendali dan masyarakat tidak perlu panik.
"Risiko terhadap masyarakat umum di Singapura tetap rendah," tulis CDA dalam laporannya.
Otoritas menegaskan kesiapan untuk meningkatkan langkah-langkah kesehatan publik jika ditemukan informasi baru yang menunjukkan adanya peningkatan risiko kesehatan di Singapura.










