TVRINews - Zurich
Lonjakan Pendapatan Tiket dan Hospitality Perkuat Posisi Infantino
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan bakal mengumumkan rekor pendapatan sebesar $15 miliar (sekitar Rp235 triliun) dari gelaran Piala Dunia musim panas ini. Angka tersebut melampaui jauh dari proyeksi awal organisasi yang sebelumnya menargetkan pemasukan sebesar $11 miliar.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada asosiasi anggota FIFA pada Sabtu 18 Juli 2026, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengonfirmasi lonjakan pendapatan yang signifikan tersebut.
Sejumlah sumber yang dekat dengan internal FIFA mengungkapkan bahwa sektor hospitality dan penjualan tiket, khususnya melalui pasar sekunder yang menawarkan harga premium, menjadi mesin utama di balik peningkatan pendapatan ini.
Dalam mekanisme pasar sekunder, FIFA memotong komisi sebesar 15 persen dari pihak pembeli serta 15 persen dari pihak penjual.
Sebagai gambaran betapa tingginya animo pasar, paket hospitality VIP untuk laga final antara Spanyol dan Argentina di New Jersey, Amerika Serikat, masih tersedia di portal resmi FIFA hingga Sabtu 18 juli malam. Untuk kategori Trophy Lounge, harga tiket per orang mencapai $34.500 atau setara dengan Rp542 juta.
Memperkokoh Posisi Politik
Keberhasilan finansial ini dipandang sebagai penguat posisi bagi Gianni Infantino, terutama setelah serangkaian kontroversi yang sempat mewarnai turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selama sebulan terakhir.
Ketegangan sempat memuncak saat FIFA dituding tunduk pada tekanan politik terkait pembatalan kartu merah bagi striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat laga melawan Paraguay di babak 16 besar.
Meski FIFA menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil secara independen oleh komite disiplin, rumor intervensi politik tetap menjadi sorotan, khususnya di kalangan asosiasi sepak bola Eropa.
Namun, di tengah dinamika tersebut, Infantino tampaknya tetap memegang kendali. Ia dilaporkan telah mengantongi lebih dari 200 janji dukungan dari asosiasi anggota untuk pemilihan ulang dirinya pada Maret mendatang.
Para analis sepak bola dunia yang dikutip The Guardian Sport minggu 19 Juli 2026, memandang bahwa prospek distribusi dana tambahan dari surplus pendapatan Piala Dunia ini kemungkinan besar akan meredam potensi kritik dari para anggota asosiasi.
Peluang Amerika Serikat
Rekor pendapatan ini juga diperkirakan akan meningkatkan peluang Amerika Serikat untuk kembali menjadi tuan rumah turnamen di masa depan. Pada acara resepsi Jumat 17 juli lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan minatnya.
“Anda harus memilih Amerika Serikat kembali. Kali ini kami akan melakukannya tanpa melibatkan Kanada dan Meksiko,” ujar Trump. Selain itu, Amerika Serikat juga dikabarkan tengah melakukan pembicaraan intensif dengan FIFA mengenai kemungkinan menjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub pada 2029.
Hingga saat ini, perincian mengenai mekanisme distribusi bonus pendapatan kepada asosiasi anggota masih dalam tahap finalisasi oleh badan sepak bola dunia tersebut.










