TVRINews – Riyadh
Platform Qiwa Tembus 2 Juta Perusahaan Saat Kerajaan Perketat Kepatuhan Kontrak Kerja
Momentum Hari Buruh Internasional tahun ini menjadi saksi transformasi radikal Arab Saudi dalam melindungi hak-hak pekerja.
Di tengah peringatan global terhadap hak buruh, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (MHRSD) mengumumkan pencapaian krusial: platform digital Qiwa telah melampaui dua juta perusahaan terdaftar pada kuartal pertama 2026.
Data terbaru menunjukkan 13 juta pekerja dan 12 juta kontrak kerja kini telah terdokumentasi secara digital.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret Kerajaan dalam memberikan kepastian hukum bagi para buruh melalui transparansi yang belum pernah ada sebelumnya.
Kepatuhan Kontrak: Jaminan Hak Pekerja
Sejalan dengan semangat perlindungan buruh dunia, otoritas Saudi memperketat aturan main di pasar tenaga kerja.
Mulai 30 April atau sati hari menjelang Hari Buruh pemerintah meningkatkan target kepatuhan dokumentasi kontrak menjadi 85%, dan akan melonjak ke angka 90% pada akhir Juni mendatang.
Penerapan kontrak digital ini bukan sekadar formalitas administratif. Dengan sistem ini, kontrak kerja yang sah kini diakui sebagai instrumen hukum yang memiliki kekuatan eksekusi.
Artinya, pekerja memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menuntut hak-hak mereka jika terjadi sengketa atau ketidakpatuhan oleh pihak pengusaha.
Investasi pada Manusia dan Keadilan
Melalui laporan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency (SPA), reformasi ini juga menyentuh aspek pengembangan kapasitas manusia sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi buruh.
Pemerintah mewajibkan perusahaan besar dengan lebih dari 5.000 karyawan untuk memberikan pelatihan kerja bagi minimal 100 orang setiap tahunnya.
"Langkah-langkah strategis ini mulai dari dokumentasi kontrak yang ketat hingga mandat pelatihan adalah instrumen untuk menaikkan standar kepatuhan regulasi sekaligus menjaga martabat dan hak pekerja sesuai dengan peta jalan Visi 2030," jelas pernyataan resmi otoritas tersebut yang dikutip oleh Arab News.
Digitalisasi sebagai Perisai
Di era digital, Arab Saudi memanfaatkan platform Qiwa untuk mengakhiri praktik kontrak ganda yang tidak teratur, yang selama ini sering merugikan posisi buruh.
Dengan integrasi layanan dokumentasi pelatihan dan pendaftaran warga negara, setiap detail hubungan kerja termasuk peran, hak, dan kewajiban sercatat secara permanen dan transparan.
Pada Hari Buruh Internasional ini, capaian 2 juta perusahaan di Qiwa mengirimkan pesan kuat ke komunitas internasional: bahwa Arab Saudi tidak hanya sedang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga sedang memperkokoh infrastruktur hukum dan perlindungan bagi jutaan manusia yang menggerakkan ekonominya.










