TVRINews – Teheran
Pasukan Iran Tutup Selat Hormuz Usai Insiden Pembakaran Kapal Tanker Minyak
Eskalasi ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali meningkat signifikan setelah beberapa kapal tanker minyak dilaporkan mendapat serangan di Selat Hormuz dan Laut Oman Sabtu 17 Oktober 2026.
Pada saat yang sama, kekerasan di wilayah Tepi Barat yang diduduki turut memicu kecaman internasional akibat insiden penyerangan terhadap delegasi diplomatik Eropa.
Berdasarkan laporan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebuah kapal supertanker minyak dilaporkan terbakar usai menerjang ranjau laut di Selat Hormuz. Militer Iran menyatakan wilayah perairan strategis tersebut kini resmi ditutup bagi jalur pelayaran yang tidak memiliki otorisasi.
"Selat Hormuz ditutup secara penuh. Setiap kapal yang mencoba melintas tanpa izin resmi akan menghadapi tindakan penghancuran," tegas pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC melalui siaran televisi negara setempat.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengonfirmasi sedikitnya lima kapal tanker telah diserang. Salah satu insiden melibatkan tembakan roket berpeluncur granat (RPG) dari perahu kecil di lepas pantai, serta insiden penembakan kapal kelima di kawasan perairan Al Mukalla, Yaman.
Di wilayah terpisah, bentrokan diplomasi turut memanas di Tepi Barat. Kelompok pemukim Israel berpenutup muka menyerang rombongan diplomat Eropa yang tengah berkunjung ke kota Taybeh.
Serangan fisik tersebut mengakibatkan pengerusakan armada kendaraan dan penganiayaan terhadap Wali Kota Aulnoye-Aymeries asal Prancis, Bernard Baudoux. Delegasi tersebut juga melingkupi pejabat resmi dari Belgia dan Polandia.
"Tiga kendaraan datang dan beberapa orang berpenutup muka dengan membawa batang besi keluar menyerang kami secara agresif," ujar Baudoux dalam pernyataan resminya usai insiden tersebut.
Konflik yang meluas ini memicu kewaspadaan tinggi pada sektor keamanan maritim global serta rantai pasok energi dunia di kawasan Teluk.










