TVRINews, Tokyo
KBRI Tokyo terus memperkuat kerja sama Indonesia dengan Jepang, baik di tingkat nasional maupun pemerintah daerah (prefektur). Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran budaya hingga kerja sama akademik.
Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, saat bertemu Wali Kota Fujisawa Tsuneo Suzuki dalam kunjungan kerja di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa.
Ia menjelaskan bahwa Kota Fujisawa menjadi salah satu wilayah dengan komunitas internasional yang beragam, termasuk lebih dari 600 warga negara Indonesia yang menetap di kota tersebut. Kehadiran WNI itu dinilai menjadi cerminan eratnya hubungan masyarakat kedua negara di tingkat lokal.
“Di antara sekitar 600 warga Indonesia di Fujisawa, ada yang bekerja di industri otomotif seperti Isuzu, sektor kesehatan sebagai perawat, serta berbagai bidang lainnya. Di sela aktivitas mereka, komunitas Indonesia juga aktif mendukung kolaborasi budaya, termasuk melalui kegiatan Enoshima Bali Sunset yang akan digelar pada Oktober 2026,” ujar Dubes Kartini.
Ia juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Kota Fujisawa dengan Kabupaten Badung di Bali, terutama dalam bidang budaya dan pariwisata. Menurutnya, KBRI Tokyo siap terus mendukung penguatan kemitraan kedua pihak agar semakin berkembang.

Wali Kota Fujisawa, Tsuneo Suzuki, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo dalam memperkuat hubungan kerja sama antar masyarakat.
“Terima kasih atas dukungan KBRI Tokyo dalam kerja sama budaya dan pariwisata, termasuk dengan Kabupaten Badung yang sudah terjalin sejak 2024 serta kegiatan Enoshima Bali Sunset. Semoga hubungan ini terus berkembang,” ujarnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dubes Kartini juga mengunjungi Keio University Shonan Fujisawa Campus untuk memperluas peluang kerja sama di bidang pendidikan tinggi.
Menurutnya, pertukaran pelajar dan pemuda merupakan pilar penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jepang.
Ia berharap kerja sama akademik dapat terus berkembang, termasuk dalam pertukaran mahasiswa dan program pendidikan budaya.
Dekan Graduate School of Media and Governance Keio University, Prof. Kazunori Takashio, menyampaikan bahwa kampusnya setiap tahun menerima mahasiswa Indonesia, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana, serta memiliki program singkat yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia.
Ia juga berharap kerja sama akademik dengan Indonesia dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam memperluas kesempatan studi bagi mahasiswa Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Dubes RI turut menghadiri kelas “Malay-Indonesian Intensive 2” yang mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia. Ia juga memperkenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada para mahasiswa Jepang.
Sejumlah mahasiswa Jepang yang merupakan penerima beasiswa Darmasiswa turut mempresentasikan pengalaman mereka selama belajar di Indonesia. Mereka menceritakan kehidupan akademik dan sosial di berbagai daerah seperti Malang, Semarang, dan Lampung, termasuk penelitian terkait masyarakat adat di Pulau Lae-Lae, Sulawesi Selatan.










