TVRINews, Tokyo
Menjelang penyelenggaraan Tokyo Game Show 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Tokyo mempertemukan pelaku industri gim Indonesia dengan pelaku industri kreatif Jepang.
Pertemuan tersebut dikemas dalam Tokyo Game Gathering yang digelar di Gedung KBRI Tokyo, Rabu, 16 September 2026, sehari sebelum Tokyo Game Show atau TGS 2026 resmi dibuka di Makuhari Messe, Chiba, Jepang.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi studio gim Indonesia untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang kerja sama dengan publisher, investor, asosiasi industri, dan media Jepang. Kegiatan tersebut digelar KBRI Tokyo bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta serta Asosiasi Game Indonesia atau AGI.

(Foto: KBRI Tokyo)
Sekitar 30 pelaku industri menghadiri pertemuan, di antaranya perwakilan Visual Industry Promotion Organization atau VIPO, ASEAN-Japan Centre, Dentsu, Media Create, Sorajima, dan AMCEY.
Enam studio gim Indonesia turut mempresentasikan karya dan rencana pengembangan mereka. Keenamnya yakni Dream Forge Creation, SkyFy Studio, Rizero Studios, Re:Halu, Separuh Interactive, dan Vifth Floor.
Karya yang diperkenalkan memiliki beragam genre, mulai dari gim aksi dan petualangan berlatar sejarah Indonesia, permainan bertema life-sim dengan konsep cozy, gim naratif berbasis percakapan, hingga gim seluler yang telah memiliki jutaan pemain di Asia Tenggara.
Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo, Gatot Hari Gunawan, mengatakan pertemuan sebelum pameran sengaja dilakukan untuk mempertemukan pelaku industri dalam suasana yang lebih fokus.

(Foto: KBRI Tokyo)
“Di tengah open world raksasa tersebut, Indonesia ikut berpartisipasi melalui Paviliun ‘Games from Jakarta’. Karena itu dalam Tokyo Game Gathering hari ini kami mempertemukan para pelaku industri lebih dahulu, sebelum arena pameran menjadi ramai dan waktu menjadi barang mewah bagi semua pihak,” ujar Gatot.
Menurut Gatot, penyelenggaraan gathering tersebut juga berkaca pada hasil partisipasi Indonesia dalam TGS tahun sebelumnya. Pada TGS 2025, Indonesia mencatat 86 pertemuan bisnis dengan potensi transaksi mencapai 8,77 juta dolar Amerika Serikat.
Salah satu studio peserta, Vifth Floor, bahkan berhasil menandatangani kontrak pengembangan gim senilai 150 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar 2,4 miliar rupiah, satu bulan setelah pameran berakhir.
Jepang sendiri menjadi salah satu pasar gim terbesar di dunia. Nilai pasar konten gim Jepang pada 2025 tercatat mencapai 2,59 triliun yen atau sekitar 17 miliar dolar Amerika Serikat, dengan pertumbuhan 8 persen.
Sementara itu, Tokyo Game Show 2026 memasuki penyelenggaraan ke-30 dan untuk pertama kalinya berlangsung selama lima hari, yakni 17 hingga 21 September 2026. Pameran yang digelar oleh Computer Entertainment Supplier's Association atau CESA tersebut diikuti lebih dari 750 eksibitor dari 51 negara dan wilayah, dengan target sekitar 300 ribu pengunjung.
Dalam ajang tahun ini, Indonesia kembali hadir melalui Paviliun “Games from Jakarta” untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang kolaborasi industri gim Indonesia dengan mitra internasional, khususnya Jepang.










