TVRINews – Washington
Ketegangan Teluk Memuncak: CENTCOM Bantah Klaim Iran soal Tanker El Gaia
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara tegas membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menyatakan bahwa kapal tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, meledak akibat menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Minggu 13 september 2026.
CENTCOM menegaskan bahwa kapal tersebut lumpuh bukan karena ranjau, melainkan akibat hantaman rudal Iran bulan lalu, serta kembali diserang menggunakan drone akhir pekan ini di perairan lepas pantai Oman.
Konfrontasi narasi ini semakin memperkeruh situasi keamanan maritim global, terutama di jalur pasokan energi vital dunia. Merespons insiden tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan bahwa pihak Teheran berkeinginan untuk melakukan perundingan.
Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa dirinya yang akan menentukan secara sepihak apakah Washington akan menyetujui atau terlibat dalam dialog tersebut.
Di sisi lain, Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, lanskap geopolitik serta pertaruhan di sekitar komoditas minyak dan jalur Selat Hormuz telah mengalami pergeseran fundamental. Rezaei menegaskan bahwa Iran menutup pintu dialog dengan Amerika Serikat sampai seluruh tuntutan strategis mereka dipenuhi.
Eskalasi regional ini juga meluas ke front maritim lainnya. Kelompok Houthi melaporkan bahwa mereka telah mengambil alih kendali atas Kepulauan Greater dan Lesser Hanish di Laut Merah bagian selatan. Dalam laporan terpisah, Houthi juga menyebutkan bahwa jet-jet tempur Arab Saudi telah melancarkan tidak kurang dari 129 serangan udara dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Para pengamat geopolitik internasional dari sejumlah kantor berita global menilai Kepada AFP bahwa insiden beruntun ini mengancam stabilitas navigasi komersial internasional.
Ketegangan yang melibatkan kekuatan militer multinasional di jalur logistik minyak utama ini menuntut perhatian serius dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna mencegah krisis energi global yang lebih luas.










