TVRINews – Jerman
Trump kirim Kushner dan Witkoff ke Moskow-Kyiv bawa proposal perdamaian Ukraina
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak berniat menyerang wilayah negara-negara anggota NATO. Pernyataan itu disampaikan ketika muncul tudingan dari Jerman mengenai dugaan keterlibatan Rusia dalam upaya serangan drone terhadap Bandara Leipzig jumat 4 september 2026.
Trump mengatakan keyakinannya tersebut didasarkan pada komunikasi langsung yang selama ini dilakukan dengan Putin.
“Saya berbicara dengannya. Saya mengenalnya dengan sangat baik. Putin tidak ingin menyerang wilayah NATO,” kata Trump di Oval Office, Jumat 4 September 2026, ketika menjawab pertanyaan wartawan AFP.
Pernyataan Trump muncul beberapa hari setelah pemerintah Jerman secara resmi menuduh Rusia berada di balik percobaan serangan drone di Bandara Leipzig. Lokasi tersebut diketahui menjadi salah satu fasilitas yang berkaitan dengan penerbangan kargo menuju dan dari Ukraina.
Berlin kemudian mengambil sejumlah langkah diplomatik terhadap Moskow. Pemerintah Jerman, antara lain, memutuskan menutup Konsulat Jenderal Rusia di Bonn pada 18 September, mengakhiri kesepakatan Jerman-Rusia Mengenai pusat kebudayaan yang dibuat pada 2011, serta menutup Russian House di Berlin.
Jerman juga meminta sejumlah staf diplomatik Rusia beserta keluarga mereka meninggalkan wilayah negara tersebut.
Trump Kirim Dua Utusan ke Rusia dan Ukraina
Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik tersebut, Trump mengungkapkan bahwa Washington kembali mendorong jalur diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun.
Trump mengatakan Jared Kushner dan Steve Witkoff akan melakukan perjalanan ke Moskow dan Kyiv dengan membawa proposal yang ditujukan untuk mengakhiri konflik.
“Mereka membawa proposal untuk mengakhiri perang,” ujar Trump kepada wartawan. Ia mengatakan kedua utusan tersebut ditugaskan untuk menguji kemungkinan tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang bertikai.
“Kami mengirim mereka untuk melihat apakah sesuatu bisa dicapai. Ada kemungkinan besar kami dapat melakukannya,” kata Trump.
Kushner merupakan menantu Trump, sedangkan Witkoff menjabat sebagai utusan khusus Amerika Serikat. Keduanya menjadi bagian dari upaya diplomatik Washington dalam membuka kembali pembicaraan mengenai penghentian perang.
Zelenskyy Siapkan Pertemuan di Kyiv
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Witkoff dan Kushner dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Moskow.
Menurut Zelenskyy, pemerintah Ukraina telah menerima informasi mengenai agenda perjalanan kedua utusan Amerika Serikat tersebut dan mulai mempersiapkan kunjungan mereka.
Dalam pidato video pada Jumat malam, Zelenskyy mengatakan Ukraina tidak akan melakukan serangan selama kunjungan Witkoff dan Kushner ke Rusia. Ia juga meminta Moskow mengambil langkah serupa ketika kedua utusan tersebut berada di Ukraina.
“Tujuan kami adalah kunjungan dan negosiasi yang konstruktif serta bermakna dengan pihak Amerika,” kata Zelenskyy.
Menurut dia, Ukraina ingin memastikan setiap proposal yang dibawa Washington dapat membuka jalan menuju penghentian perang secara nyata.
“Kami perlu mencari pilihan nyata untuk mengakhiri perang ini. Kita akan melihat proposal Steve dan Jared serta apa yang akan disampaikan Moskow kepada mereka,” ujar Zelenskyy.
Jadwal Kunjungan Belum Dikonfirmasi Moskow
Informasi mengenai perjalanan kedua utusan tersebut sebelumnya diberitakan Axios dan kantor berita Rusia TASS, yang mengutip sumber masing-masing.
Witkoff dan Kushner diketahui belum pernah mengunjungi Kyiv. Namun, keduanya telah beberapa kali melakukan perjalanan ke Moskow sejak pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat dimulai.
Pertemuan terakhir mereka dengan Putin berlangsung pada 22 Januari di Kremlin. Hingga Jumat, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi mengenai pernyataan Zelenskyy terkait jadwal kunjungan tersebut. Pemerintah Rusia juga belum mengonfirmasi secara resmi rencana kedatangan kedua utusan Amerika Serikat ke Moskow.
Perkembangan ini menempatkan diplomasi Amerika Serikat pada posisi penting di tengah ketegangan antara Rusia, Ukraina, dan negara-negara NATO. Di satu sisi, Washington berupaya membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri perang. Di sisi lain, tudingan Jerman terhadap Rusia menunjukkan bahwa persoalan keamanan Eropa masih menjadi sumber ketegangan yang serius.










