TVRINews – Helsinki
Partisipasi KBRI Helsinki dalam festival kopi di Finlandia dan Estonia membuka peluang ekspor serta kemitraan strategis dengan pelaku industri lokal.
Indonesia tengah memperkuat posisi tawar komoditas unggulannya di kawasan Nordik dan Baltik melalui serangkaian promosi strategis.
Dalam upaya memperluas penetrasi pasar, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Helsinki membawa kurasi biji kopi terbaik Nusantara ke ajang Helsinki Coffee Festival dan Tallinn Coffee Festival sepanjang April 2026.

Kehadiran stan bertajuk "KOPI Indonesia" tersebut menjadi etalase bagi keragaman profil rasa, mulai dari varietas Arabika, Robusta, hingga kopi Luwak yang ikonik.
Sejumlah produsen seperti Bali Pulina, Meramanis, MYBALI COFFEE, dan Nua Rasa turut memamerkan produk dalam bentuk biji sangrai (roasted beans) maupun bubuk guna memenuhi preferensi konsumen setempat yang spesifik.
Mengingat karakteristik konsumen di kedua negara memiliki kecenderungan yang berbeda. Di Finlandia, pasar lebih tertarik pada kopi dengan profil dark roast yang kuat.

Sebaliknya, konsumen di Estonia menunjukkan minat tinggi terhadap profil light to medium roast serta kopi-kopi single origin dengan karakter rasa yang kompleks.
Duta Besar RI untuk Finlandia dan Estonia, Ibnu Wahyutomo, menegaskan bahwa inisiatif ini melampaui sekadar transaksi perdagangan jangka pendek.
Menurutnya, narasi di balik setiap butir kopi merupakan instrumen diplomasi ekonomi yang efektif.

“Kopi Indonesia memiliki kekayaan rasa, asal-usul, dan cerita yang sangat kuat. Melalui Helsinki Coffee Festival dan Tallinn Coffee Festival, kami ingin memperkenalkan kopi Indonesia tidak hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai bagian dari identitas, budaya, dan potensi ekonomi Indonesia,” ujar Ibnu Wahyutomo dalam keterangan resminya yang di kutip senin 4 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa komoditas ini diharapkan mampu menjadi jembatan budaya yang mengintegrasikan produk Indonesia ke dalam gaya hidup masyarakat Finlandia dan Estonia, sekaligus membuka akses kerja sama ekonomi yang lebih luas di masa depan.

Partisipasi dalam festival ini juga memicu potensi kemitraan bisnis konkret (B2B). Di Helsinki, penjajakan kerja sama mulai mengarah pada segmen hotel mewah, roastery papan atas, hingga rencana pembukaan kafe Indonesia di kawasan metropolitan.
Sementara di Estonia, peluang berkembang ke arah sektor grosir dan pengemasan lokal untuk menjangkau pasar Baltik yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring dengan para importir dan pelaku industri di kawasan tersebut guna memastikan keberlanjutan akses pasar bagi produk kopi nasional.










