TVRINews – Manila, Filipina
Ratusan Keluarga Dievakuasi Akibat Aliran Pirolastik dan Hujan Abu Pekat di Albay
Aktivitas vulkanik Gunung Mayon di Filipina kembali memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi dan keselamatan warga di Provinsi Albay.
Lebih dari 300 keluarga terpaksa meninggalkan kediaman mereka setelah guguran deposit lava memicu awan abu raksasa yang menyelimuti puluhan desa selama akhir pekan lalu.

(Kondisi erupsi gunung mayor Sabtu 2 Mei 2026 (Foto: AP News))
Direktur Institut Volkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), Teresito Bacolcol, mengonfirmasi bahwa meski tidak terjadi letusan eksplosif, runtuhnya endapan lava di lereng barat daya memicu aliran pirolastik longsoran batu panas, abu, dan gas sejak Sabtu 2 Mei 2026 petang waktu setempat.
Dampak Sektor Pertanian dan Infrastruktur
Bencana ini memberikan hantaman langsung pada sektor agrikultur yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Di Kota Camalig, lahan pertanian sayur dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tertutup material vulkanik. Kerugian juga mencakup sektor peternakan dengan laporan kematian sejumlah hewan ternak.
"Hujan abu sangat tebal hingga jarak pandang mencapai titik nol, bahkan di jalan nasional kami," ujar Walikota Camalig, Caloy Baldo, kepada The Associated Press.
Ia menambahkan bahwa proses pembersihan saat ini tengah dilakukan di wilayah berpenduduk 8.000 jiwa tersebut.
Tantangan bagi Sektor Pariwisata
Gunung Mayon, yang dikenal dengan bentuk kerucut sempurnanya, merupakan aset vital bagi industri pariwisata Filipina. Namun, status aktifnya sering kali menjadi pedang bermata dua bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Hingga Senin 4 Mei 2026, pihak berwenang masih mempertahankan status waspada pada Level 3.
Status ini mengindikasikan adanya potensi ancaman berkelanjutan meski situasi permukaan tampak tenang.
Sebagai catatan, Level 5 merupakan level tertinggi yang menandakan letusan eksplosif yang mengancam jiwa sedang berlangsung.
"Kondisinya kembali tenang sekarang, namun bahaya itu selalu ada," tegas Teresito Bacolcol saat memberikan keterangan mengenai kondisi terkini Mayon.
Sejak Januari, Mayon telah menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden terakhir, gangguan pada arus lalu lintas dan operasional logistik di 87 desa menjadi indikator nyata betapa rentannya ekonomi wilayah ini terhadap bencana alam.
Pemerintah setempat kini memfokuskan sumber daya pada manajemen pengungsian dan pemulihan akses jalan guna meminimalisir efek domino terhadap distribusi barang di Provinsi Albay.










