Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Filipina menyelenggarakan Pemilu Nasional dan Lokal pada hari Senin (9/5/2022). Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Idham Kholik turut hadir menjadi pemantau internasional dan menjadi saksi pada modernisasi pemilu di Filipina yang berdampak positif bagi ekonomi dan stabilitas pemerintahan.
Pelaksanaan pemilu di Filipina ini dipantau langsung oleh Tim Penilai Independen Internasional dari 9 negara. Delegasi Indonesia dipimpin Anggota KPU RI Idham Holik, dengan anggota Tenaga Ahli Setjen KPU RI Ali Ridho dan Staf Setjen KPU RI Johan Teguh. Ketiganya dipilih untuk menjadi tim Penilai Kehormatan International dan Independen dari Pemerintah Filipina.
Idham yang juga mengawal Divisi Teknis Penyelenggaraan di KPU RI mengungkapkan betapa pemilu di Filipina dilakukan sangat cepat, terbuka, demokratis, dan hanya memakan waktu 2 hingga 5 jam saja, perolehan suara sudah sampai di pusat dan direkapitulasi secara penuh sehingga menjadi hasil resmi, jadi tidak membutuhkan waktu berhari-hari dan tidak memakan korban.
Baca Juga: Dinkes Kota Bengkulu Curigai 1 Kasus Hepatitis Akut
Hal tersebut dikarenakan kecanggihan alat yang namanya Vote Counting Machine (VCM) yang dapat memindai surat suara dan menerbitkan struk bukti hasil perhitungan suara dari pilihan pemilih di setiap TPSnya.
Sebagai informasi, Pemilu tersebut diperebutkan 77 posisi nasional, 18.103 posisi lokal, dengan 55.572 kontestan. Dalam satu TPS, terdapat beberapa cluster (meja pelayanan pemilih) dan dalam satu barangay (Desa/Kelurahan), terdapat beberapa TPS yang ditentukan berdasarkan besaran populasi pemilih.
Sebanyak 37.141 TPS tersebar di seluruh Filipina, sedangkan proses pengumpulan data dan penghitungan suara Pemilu Filipina ini berlangsung pada 9-16 Mei 2022.
Baca Juga: Tekan Kasus Laka Lantas, Ditlantas Polda Bengkulu Minta Perbaikan Jalan Diprioritaskan










