TVRINews – Washington
FAA selidiki insiden Marine One yang terlalu dekat dengan pesawat komersial di Washington.
Insiden penerbangan serius kembali mencuat di wilayah udara Amerika Serikat. Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) tengah menyelidiki peristiwa nyaris tabrakan yang melibatkan helikopter kepresidenan Marine One dan sebuah pesawat jet penumpang komersial.
Peristiwa tersebut terjadi ketika helikopter yang membawa Presiden Donald Trump lepas landas dari kawasan The Ellipse dekat Gedung Putih pada Rabu 5 Agustus 2026. Berdasarkan laporan awal, helikopter tersebut terbang menuju Pangkalan Bersama Andrews untuk melanjutkan perjalanan dinas kepresidenan ke Los Angeles.
Dalam pernyataan resminya, FAA menyebutkan bahwa peninjauan keselamatan awal mengindikasikan adanya momen kehilangan jarak aman (momentary loss of separation) di udara sebelum akhirnya kedua pesawat berhasil menjaga jarak satu sama lain.
"Presiden tidak berada dalam bahaya, dan petugas pengatur lalu lintas udara tetap menjalin komunikasi dengan kedua pilot sepanjang insiden berlangsung," ujar pihak FAA dalam keterangan tertulisnya.
Kendati demikian, kantor berita Reuters melaporkan bahwa insiden ini dipicu oleh kelalaian prosedural.
Dua sumber anonim yang memahami masalah tersebut mengungkapkan bahwa para pengatur lalu lintas udara di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington gagal menghentikan sementara penerbangan komersial saat Marine One melakukan keberangkatan.
Prosedur penundaan penerbangan komersial ini sebenarnya merupakan protokol wajib yang diadopsi pascakecelakaan fatal tahun lalu.
Sebagai catatan sejarah keselamatan penerbangan, pada Januari 2025, tabrakan antara helikopter militer dan pesawat regional American Airlines di wilayah udara AS pernah merenggut 67 nyawa.
Peristiwa tragis tersebut memicu pembatasan permanen terhadap lalu lintas campuran helikopter dan komersial, serta pelarangan penggunaan pemisahan visual (visual-only separation) bagi helikopter di dekat bandara-bandara utama AS yang diberlakukan pada Maret lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan kumpulan Gedung Putih dan sumber internal media, kedua pesawat yang terlibat dilaporkan mendarat dengan selamat.
Sumber Reuters menyebutkan bahwa pesawat komersial yang terlibat adalah penerbangan Envoy Air 3742 pesawat jet regional yang dioperasikan atas nama American Airlines dengan tujuan Pensacola, Florida.
Sementara itu, satu penerbangan lainnya, Republic 4700, terpaksa dialihkan rutenya sebagai langkah antisipasi setelah berada dalam radius tiga mil dari bandara.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) menyatakan akan memimpin investigasi mandiri guna mendalami faktor penyebab insiden ini.
Kasus tersebut kembali membuka perdebatan publik dan pengawasan ketat terhadap efektivitas protokol lalu lintas udara di Bandara Reagan National, terutama dalam upaya menjamin keselamatan mutlak di ruang udara Washington yang padat.









