TVRINews – Filpina
Badan Geofisika Jerman melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 6,4 melanda lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, dengan kedalaman 10 kilometer. Otoritas setempat memastikan tidak ada ancaman gelombang tsunami maupun laporan kerusakan infrastruktur.
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,4 mengguncang kawasan lepas pantai Mindanao di wilayah selatan Filipina pada Rabu 5 Agustus 2026 siang waktu setempat.
Kendati getaran dirasakan cukup signifikan oleh warga di sekitar pesisir, otoritas berwenang memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak memicu potensi gelombang tsunami.
Berdasarkan data resmi dari Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer atau sekitar 6,2 mil di bawah permukaan laut. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan material yang signifikan pada fasilitas umum atau bangunan tempat tinggal warga.
"Sejauh ini, pemantauan awal menunjukkan tidak ada dampak merusak yang dilaporkan dari masyarakat pesisir maupun kerusakan infrastruktur penting," ujar otoritas pemantau keganasan gempa dalam keterangan resminya.
Secara geografis, wilayah kepulauan Filipina memang berada di atas jalur seismik aktif dunia yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Di kawasan ini, aktivitas tektonik tergolong sangat tinggi akibat pertemuan empat lempeng utama dunia, yang menjadikan peristiwa gempa bumi sebagai fenomena yang kerap terjadi.









