TVRINews – New Jersey
Analisis data menunjukkan Presiden FIFA Gianni Infantino menempuh jarak setara mengelilingi Bumi dua setengah kali selama turnamen Piala Dunia 2026.
Gelaran Piala Dunia 2026 mencatatkan rekor sebagai edisi dengan cakupan geografis terluas dalam sejarah turnamen, yang tersebar di tiga negara, 16 kota, dan empat zona waktu. Di balik megahnya kompetisi ini, mobilitas Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sorotan tajam terkait urgensi keberlanjutan lingkungan.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh The Associated Press (AP) terhadap log penerbangan jet bisnis pribadi yang digunakan Infantino, sang Presiden tercatat menghabiskan lebih dari 100 jam di udara. Sepanjang turnamen, ia melintasi Amerika Utara untuk menghadiri berbagai pertemuan, rapat, hingga pertandingan krusial.
Data menunjukkan bahwa hingga final di New Jersey, Infantino telah menempuh jarak hampir 60.000 mil atau sekitar 95.403 kilometer. Angka ini setara dengan mengelilingi planet Bumi hampir dua setengah kali.
Akses Jet Eksklusif dan Logistik Penerbangan
Mobilitas tinggi Infantino didukung oleh penggunaan Gulfstream G650, sebuah pesawat jet dari armada pemerintah Qatar yang dioperasikan oleh divisi sewaan privat Qatar Airways, salah satu sponsor utama Piala Dunia.
Menurut situs pelacak penerbangan FlightAware, sejak penerbangan pembuka pada 9 Juni dari Los Angeles ke Mexico City, rata-rata frekuensi penerbangan mencapai lebih dari satu kali per hari. Bahkan, pada hari-hari tertentu, pesawat tersebut tercatat terbang hingga lebih dari tiga kali dalam sehari.
Agenda Infantino tidak terbatas pada pertandingan sepak bola saja. Ia tercatat melakukan kunjungan ke New York untuk keperluan wawancara media, menghadiri KTT FIFA di Miami yang melibatkan 211 asosiasi anggota, hingga terbang ke Doha untuk menghadiri pemakaman mantan Emir Qatar sebelum kembali ke Amerika Serikat tepat waktu untuk babak semifinal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai komentar melalui surel terkait jadwal serta pengaturan perjalanan sang Presiden.
Tantangan Emisi Karbon
Di tengah catatan perjalanan yang masif ini, isu lingkungan menjadi perdebatan serius. FIFA sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk mengurangi separuh emisi karbon dari aktivitas Piala Dunia pada tahun 2030, dengan target mencapai net-zero emission pada 2040.
Namun, para peneliti iklim dan kelompok lingkungan menilai bahwa format turnamen yang diperluas di tiga negara ini cenderung menghasilkan jejak karbon tertinggi dalam sejarah Piala Dunia.
Ketergantungan pada transportasi udara yang intensif oleh tim, penggemar, dan pejabat organisasi dianggap bertolak belakang dengan ambisi keberlanjutan yang diusung oleh FIFA.
Berikut adalah beberapa angka krusial di balik mobilitas Gianni Infantino sepanjang Piala Dunia 2026:
• 115 jam terbang : Waktu yang dihabiskan di udara selama turnamen, setara dengan lima hari penuh, belum termasuk perjalanan ke Qatar.
• 16 stadion : Infantino mengunjungi seluruh venue pertandingan, dengan Miami Hard Rock Stadium menjadi lokasi yang paling sering disinggahi.
• 23 kali melintasi perbatasan: Jumlah perlintasan batas internasional yang dilakukan pesawat tersebut di wilayah Amerika Utara hingga babak semifinal.
• 28 menit : Waktu penerbangan tersingkat, yakni rute Seattle menuju Vancouver pada 6 Juli.
Turnamen yang melibatkan rekor 104 pertandingan ini tidak hanya meninggalkan jejak sejarah dalam dunia sepak bola, tetapi juga menyisakan diskusi panjang mengenai implikasi mobilitas global bagi lingkungan di masa depan.










