TVRINews – Madinah
Puluhan Ribu Jemaah Tiba di Makkah, Layanan Lansia Jadi Prioritas Utama
Pada hari ke-13 masa operasional, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menunjukkan progresivitas yang stabil.
Mobilisasi massal jemaah dari Madinah menuju Makkah Al-Mukarramah dilaporkan berjalan sesuai jadwal dengan pengawasan ketat dari tim koordinasi lapangan.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kemenhaj RI, sejak Sabtu 2 Mei 2026 tercatat sebanyak 71.362 jemaah yang tergabung dalam 184 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Madinah.
Dari total tersebut, gelombang pergerakan menuju Makkah mulai meningkat signifikan; sebanyak 14.503 jemaah telah berada di kota kelahiran Nabi untuk melaksanakan umrah wajib sebagai rangkaian awal menuju puncak haji.
Komitmen Inklusivitas dan Layanan 24 Jam
Pemerintah Indonesia tahun ini memberikan penekanan khusus pada aspek keadilan layanan, terutama bagi kelompok rentan.
Juru Bicara Kementerian Haji (Kemenhaj), Maria Assegaff, menegaskan bahwa sistem transportasi telah dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh lapisan jemaah.
“Kami mengoperasikan 452 armada Bus Shalawat secara nonstop di tiga terminal utama: Ajyad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Fokus kami adalah inklusivitas, di mana 52 unit bus hidrolik khusus disiapkan untuk memastikan jemaah lansia dan disabilitas dapat beribadah dengan nyaman tanpa hambatan fisik,” ujar Maria dalam keterangan resminya kepada wartawan Media Center Haji.
Tantangan Iklim dan Kondisi Kesehatan
Di tengah kelancaran operasional, tantangan cuaca ekstrem menjadi perhatian serius. Suhu udara di Makkah diprediksi menyentuh angka 43 derajat Celsius.
Otoritas kesehatan melaporkan bahwa 59 jemaah saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dari total 141 rujukan.
Sementara itu untuk jemaah yang wafat, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah yang berpulang akan mendapatkan hak badal haji yang difasilitasi sepenuhnya oleh pemerintah.
*Protokol Keselamatan di Tanah Suci*
Mengingat tingginya suhu udara, otoritas mengimbau jemaah untuk melakukan mitigasi mandiri secara disiplin.
Maria Assegaff mengingatkan pentingnya manajemen waktu ibadah guna menghindari paparan panas langsung pada siang hari.
“Kami meminta jemaah untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya, menjaga hidrasi, dan selalu berkoordinasi dengan petugas medis jika merasa tidak sehat,” tambahnya.
Seluruh elemen petugas haji kini disiagakan di titik-titik strategis untuk memastikan transisi jemaah dari Madinah ke Makkah berjalan tanpa kendala teknis, demi menjaga kekhusyukan menuju puncak wukuf di Arafah mendatang.










