TVRINews, New York
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan pentingnya komitmen terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan multilateralisme dalam High-Level Open Debate Dewan Keamanan PBB bertema “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN-Centered International System” di Markas Besar PBB, New York, Selasa, 26 Mei 2026 waktu setempat.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok selaku Presiden Dewan Keamanan PBB periode Mei 2026 dan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Dalam pernyataannya, Sugiono menegaskan tantangan global saat ini bukan disebabkan Piagam PBB kehilangan relevansi, melainkan karena prinsip-prinsip hukum internasional dan multilateralisme terlalu sering diterapkan secara selektif.
"Indonesia juga menyoroti situasi di Palestina, khususnya Gaza, sebagai salah satu isu yang memerlukan konsistensi penerapan hukum internasional dan resolusi PBB," ujar Sugiono dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia kembali menegaskan solusi dua negara atau two-state solution berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan tetap menjadi jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Sugiono turut menyoroti meningkatnya serangan terhadap pasukan perdamaian PBB dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian perlu menjadi perhatian bersama seluruh negara anggota.
"Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), serta menjaga jalur pelayaran strategis internasional tetap aman dan stabil," ucap Sugiono.
Dalam forum tersebut, Sugiono juga menyinggung tantangan keamanan global, termasuk perkembangan artificial intelligence dan autonomous weapons yang dinilai memengaruhi karakter konflik modern.
"Indonesia kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih representatif, transparan, akuntabel, dan mampu mencerminkan kepentingan negara-negara berkembang," tutur Sugiono.
Menutup pernyataannya, Sugiono menegaskan pentingnya memperkuat kembali komitmen terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB dan multilateralisme yang setara bagi seluruh negara.
Di sela rangkaian pertemuan, Sugiono juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Argentina untuk membahas isu strategis bilateral serta perkembangan kawasan dan global.
Selain itu, Sugiono melakukan pull-aside meeting dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Bahrain, Kirgistan, dan Kuba.










