TVRINews, Yordania
Eskalasi Konflik: Iran Serang Fasilitas Militer di Yordania.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, guna memperluas cakupan ketegangan regional menyusul kegagalan kesepakatan gencatan senjata awal pekan ini.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui Kantor Berita Tasnim, Kamis 9 juli 2026, IRGC mengklaim Angkatan Kedirgantaraan mereka meluncurkan 10 rudal balistik pada pukul 14.20 waktu setempat.
Serangan tersebut diklaim berhasil melumpuhkan pusat komando dan kendali Amerika Serikat serta Pangkalan Udara Al-Azraq di wilayah utara Yordania.
"Jika agresi tentara teroris Amerika Serikat terulang kembali, pangkalan-pangkalan AS lainnya di kawasan ini tidak akan luput dari gempuran kami," tegas IRGC dalam pernyataan resminya.
Pihak IRGC menegaskan bahwa serangan ini merupakan fase kedua dari respons atas tindakan militer AS. Mereka juga menunjuk Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, yang menjadi markas bagi Wing Ekspedisi Udara ke-332 Angkatan Udara AS, sebagai target utama karena akumulasi kekuatan militer Washington di lokasi tersebut.
Respons Yordania dan Meluasnya Konflik
Pemerintah Yordania melalui kantor berita nasional, mengutip keterangan sumber militer, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat delapan rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah kerajaan tersebut. Pihak otoritas Yordania memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang dilaporkan akibat insiden pencegatan tersebut.
Seiring dengan memburuknya situasi, Iran juga melaporkan melalui media pemerintah bahwa mereka telah mengerahkan drone untuk menargetkan titik-titik yang terafiliasi dengan kepentingan AS di Kuwait, Qatar, dan Bahrain.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak militer Amerika Serikat belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan terkait klaim serangan tersebut.
Situasi di kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase kritis setelah keruntuhan upaya gencatan senjata. Analis internasional menilai langkah Iran yang menyerang pangkalan di luar wilayah konflik langsung menunjukkan pergeseran taktis yang signifikan dalam postur pertahanan dan ofensif Teheran terhadap kehadiran militer Barat di kawasan tersebut.










