TVRINews, Ankara
Dinamika Geopolitik dan Ketegangan Transatlantik Warnai KTT NATO Ankara.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO ke-36 di Ankara memasuki tahap krusial pada hari terakhir penyelenggaraannya, Rabu 8 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Kepresidenan ini menjadi sorotan dunia, dengan para pemimpin dan diplomat dari lebih dari 30 negara anggota berkumpul untuk merumuskan ulang arsitektur pertahanan aliansi di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Para pengamat politik Internasional di turki menyebutkan perhelatan kali ini sebagai fase "NATO 3.0", merujuk pada upaya adaptasi aliansi terhadap dinamika hubungan yang kian menantang antara Eropa dan Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi figur sentral dalam KTT ini. Dalam keterangannya kepada awak media di Ankara, Trump menegaskan keterbukaan pemerintahannya terkait kesepakatan penjualan pesawat tempur F-35 ke Türki
Dalam sebuah sesi, Trump melontarkan kritik terhadap negara-negara sekutu Eropa terkait minimnya keterlibatan mereka dalam konflik Iran. Di sisi lain, ia memberikan apresiasi khusus terhadap peran Presiden Türki, Recep Tayyip Erdogan.

(Presiden AS, Donald Trump (tengah) Bersama Presiden turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni (Kiri) di KTT NATO (Foto: Anadolu Agency))
"Jika KTT ini tidak diselenggarakan di Turki, mungkin saya tidak akan hadir. Saya merasa harus datang karena Presiden Erdogan telah berupaya maksimal," ujar Trump.
Ketegangan Antar-Pemimpin
Selain isu pertahanan, dinamika personal antar-pemimpin negara turut mewarnai KTT. Publik menyoroti ketegangan yang terjadi antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.
Ketegangan ini sempat mencuat ke ruang publik setelah unggahan di platform media sosial TruthSocial milik Trump pada Senin lalu, yang memicu spekulasi luas. Menanggapi situasi tersebut, PM Meloni menegaskan sikapnya dengan menyatakan,
"Saya dan Italia tidak pernah memohon kepada siapa pun."
Sementara itu, KTT ini menjadi panggung internasional terakhir bagi Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Meski telah mengumumkan pengunduran diri, Starmer tetap menjalankan tugas resmi kenegaraannya hingga Partai Buruh menetapkan pemimpin baru.
Isu Pertahanan dan Keamanan Regional
Isu akuisisi F-35 oleh Türki juga memicu kekhawatiran dari pihak Yunani. Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis menekankan perlunya keseimbangan dalam kebijakan aliansi.
"Seluruh sekutu NATO perlu dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan," tegas Mitsotakis.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, turut hadir dalam KTT tersebut. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Erdogan atas undangan yang diberikan.

(Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, turut hadir dalam KTT NATO (Foto: Anadolu Agency))
Zelenskyy memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan posisi Ukraina di tengah konflik yang terus berlanjut.
"NATO bersama Ukraina adalah aliansi untuk masa depan," ungkap Zelenskyy, merujuk pada situasi keamanan terkini di negaranya yang kembali menghadapi eskalasi serangan.
Seiring berakhirnya sesi-sesi pembahasan, KTT Ankara kini memasuki tahap akhir. Fokus internasional kini beralih pada implementasi paket pertahanan baru yang telah disepakati selama pertemuan. Seluruh rangkaian KTT dijadwalkan akan ditutup secara resmi setelah penyampaian pernyataan penutup oleh para delegasi.










