TVRINews – Dhala
Otoritas kesehatan Bangladesh melaporkan lonjakan kasus campak yang kian mengkhawatirkan, dengan total 779 anak meninggal dunia di tengah upaya vaksinasi darurat
Krisis kesehatan masyarakat tengah membayangi Bangladesh menyusul laporan lonjakan angka kematian anak akibat wabah campak. Data terbaru dari otoritas kesehatan menunjukkan bahwa delapan anak kembali meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, sehingga total korban jiwa akibat wabah ini mencapai 779 orang.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan (DGHS) di bawah naungan Kementerian Kesehatan Bangladesh kamis 17 juli 2026, sebagaimana dikutip dari The Dhaka Tribune, sebanyak 95 kematian telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium, sementara 684 kasus lainnya tercatat sebagai kematian yang diduga kuat akibat campak.
Selain peningkatan jumlah korban jiwa, penyebaran virus ini masih menunjukkan tren yang intensif. Dalam periode satu hari terakhir, tercatat ada 974 kasus suspek baru yang dilaporkan, sehingga total akumulasi kasus campak di seluruh wilayah Bangladesh kini telah mencapai 115.138 kasus.
Menanggapi situasi yang kian mendesak ini, pemerintah Bangladesh telah menginisiasi kampanye vaksinasi darurat sejak 7 April lalu. Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan tajam kematian anak yang terkait dengan gejala campak di berbagai daerah.
Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular dan berisiko tinggi memicu komplikasi fatal bagi anak-anak, seperti pneumonia dan ensefalopati. Penyakit ini tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di dunia yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Hingga saat ini, otoritas kesehatan belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan wabah ini diprediksi akan terkendali. Mengingat angka penularan dan korban jiwa yang terus meningkat di berbagai pelosok negeri, upaya penanggulangan melalui jangkauan vaksinasi yang lebih luas menjadi fokus utama pemerintah guna menekan laju penyebaran virus tersebut.










