TVRINews – Paris
Presiden AS ancam kembali gunakan kekuatan militer jika kesepakatan tidak berjalan sesuai harapan di tengah perundingan G7
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal peringatan keras terkait perjanjian nuklir dengan Iran yang dijadwalkan akan ditandatangani secara formal di Swiss, Jumat 19 Juni 2026 mendatang.
Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum bersifat final dan menuntut kepatuhan penuh dari pihak Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela hari terakhir rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis Rabu 17 Juni 2026. Dalam pidatonya, Presiden Amerika Serikat menekankan bahwa Washington tidak akan ragu untuk kembali mengambil tindakan militer jika Iran dinilai gagal memenuhi komitmen yang telah disepakati.
"Jika mereka tidak berperilaku sesuai harapan, kami akan kembali mengambil tindakan tegas," ujar Presiden Amerika Serikat dalam pernyataannya.
Hingga saat ini, detail substansial mengenai isi perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran masih belum dipublikasikan secara resmi ke publik. Menanggapi beredarnya berbagai versi draf perjanjian di media, pihak Gedung Putih secara resmi membantah akurasinya. Seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa draf yang beredar saat ini tidak mencerminkan bahasa atau klausul yang sesungguhnya dari kesepakatan final yang akan ditandatangani.
Ketegangan diplomatik ini muncul di tengah upaya para pemimpin G7 untuk mendorong sebuah kerangka kesepakatan yang lebih kuat dan komprehensif sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut. Sebelumnya, para pemimpin negara anggota G7 telah menyerukan perlunya kesepakatan yang lebih "kokoh" untuk menjamin stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
Situasi di Prancis saat ini terpantau dinamis. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dijadwalkan memberikan keterangan resmi kepada media, disusul dengan konferensi pers Presiden Amerika Serikat yang akan segera berlangsung.
Perkembangan mengenai negosiasi ini menjadi fokus utama komunitas internasional, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas geopolitik global. Dunia kini menantikan detail resmi yang akan terungkap pada penandatanganan formal di Swiss akhir pekan ini.










