TVRINews – Ukraina
Eskalasi Konflik Mematikan, Bom Luncur Rusia Hantam Bus Sipil di Kramatorsk dan Tewaskan Puluhan Warga
Sebanyak 33 orang dilaporkan tewas akibat serangan bom luncur yang menghantam dua bus sipil di kota garis depan Kramatorsk Kamis 8 Oktober 2026. Insiden ini menambah lonjakan tajam korban jiwa di tengah intensifikasi serangan udara yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan keterangan resmi dari pejabat penyelamatan setempat, serangan brutal tersebut tidak hanya merenggut puluhan nyawa, tetapi juga menyebabkan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Pemerintahan Regional Donetsk, Vadym Filashkin, dengan tegas mengecam insiden tersebut. Ia menuding militer Rusia secara sengaja mengincar sarana transportasi publik yang sedang membawa penumpang guna menimbulkan korban sipil semaksimal mungkin.
"Kami tidak memiliki hak untuk membahayakan nyawa penumpang dan pengemudi," ujar Filashkin, sembari menyerukan kepada seluruh warga yang masih bertahan di wilayah Donetsk untuk segera mengungsi ke daerah yang lebih aman. Menyusul memburuknya situasi keamanan secara drastis, otoritas setempat telah mengeluarkan instruksi penghentian seluruh layanan transportasi publik di Kramatorsk dan kota tetangga, Slovyansk.
Kramatorsk dan Slovyansk merupakan bagian dari apa yang kerap disebut sebagai sabuk benteng pertahanan di wilayah industri Donbas. Wilayah ini menjadi target utama upaya perebutan oleh Moskow di bawah klaim atas seluruh kawasan industri Ukraina. Namun, eskalasi kekerasan pekan ini tidak hanya terpusat di garis depan. PBB melaporkan bahwa jumlah warga sipil yang tewas di Ukraina hingga Agustus tahun ini telah melampaui total korban jiwa sepanjang tahun 2025.
Sebelum tragedi bus di Kramatorsk terjadi, sebuah serangan rudal menghancurkan blok apartemen berlantai lima di Pryluky, sebelah timur Kyiv. Insiden tersebut menewaskan 22 orang, termasuk di antaranya lima anak-anak yang tiga di antaranya masih berusia satu tahun.
Di ibu kota Kyiv, hantaman serangan udara yang terjadi sepanjang hari juga mengakibatkan tiga orang tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan Wali Kota Vitali Klitschko, Gelombang serangan udara yang konsisten kini melumpuhkan aktivitas harian masyarakat, memaksa anak-anak sekolah berlindung di tempat perlindungan bawah tanah, serta memicu pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih akibat kerusakan infrastruktur energi.
Menanggapi rentetan tragedi ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban. Ia kembali mendesak komunitas internasional dan negara-negara mitra untuk segera mewujudkan dukungan nyata melalui paket pertahanan baru demi melindungi keselamatan warga Ukraina dari gempuran rudal balistik yang semakin sulit dicegah akibat keterbatasan pasokan rudal pencegat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Moskow belum memberikan komentar resmi terkait serangan terbaru di Kramatorsk. Sementara itu, Dewan Kota Kramatorsk mengutuk keras insiden tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang nyata, menegaskan bahwa lokasi yang diserang sama sekali tidak memiliki target militer.










