TVRINews – Teheran
Eskalasi Militer di Teluk: AS Hancurkan Kapal Tanker Iran, Teheran Balas Serang Pangkalan Yordania.
Konflik bersenjata di kawasan Teluk meluas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran. Langkah ofensif ini diambil Washington sebagai respons atas upaya Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang diduga mencoba menargetkan kapal perang Amerika Serikat sebanyak dua kali dalam kurun waktu dua hari.
Berdasarkan keterangan resmi Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) Selasa 8 September 2026, aksi militer tersebut memicu gelombang serangan balasan dari Teheran. Iran dilaporkan meluncurkan rentetan rudal balistik ke arah Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania, serta mengeklaim telah menghantam sejumlah kapal militer dan komersial di kawasan perairan strategis tersebut.
Pertempuran terbuka ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang telah memasuki bulan keenam antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Situasi regional semakin rentan menyusul kebijakan Teheran yang menutup Selat Hormuz, yang dibalas Washington dengan memperketat blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan utama Iran.
Akibat eskalasi ini, harga minyak mentah dunia melonjak hingga menyentuh angka 99,49 dolar Amerika Serikat per barel pada perdagangan Rabu pagi waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, pihak CENTCOM memastikan bahwa tidak ada personel militer Amerika Serikat yang mengalami luka-luka dalam insiden percobaan serangan terhadap kapal perang mereka. Sebagai tindakan balasan terukur, pasukan Amerika Serikat langsung mengarahkan kru dari lima kapal tanker Iran masing-masing M/T Kaviz, M/T Charminar, M/T Horizon 1, M/T Riesco, dan M/T Derya untuk meninggalkan kapal sebelum akhirnya dilumpuhkan.
"Pasukan Amerika mengarahkan para kru untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal tersebut diserang dan dibuat tidak dapat beroperasi," demikian pernyataan resmi CENTCOM. Pihak militer Amerika Serikat bahkan merilis rekaman video detik-detik tenggelamnya kapal M/T Riesco di Teluk Oman.
Di sisi lain, media pemerintah Iran, IRIB, mengonfirmasi serangan di dekat Pulau Kharg yang selama ini menangani sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut. Menanggapi serangan itu, IRGC menyatakan telah membalas dengan melancarkan serangan rudal sengit ke Pangkalan Al Azraq di Yordania, yang diklaim berhasil menghancurkan sejumlah hangar jet tempur milik Amerika Serikat.
Militer Yordania melalui keterangan resminya mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan mencegat 18 dari 20 rudal balistik yang masuk ke wilayah udara negara tersebut. "Dua rudal jatuh di area kosong," ujar pihak militer Yordania, sambil memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dalam kunjungannya ke Kolombia menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur menghadapi ancaman militer Iran. "Iran terus mencoba menghantam kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukannya, mereka akan kehilangan kapal tanker," ujar Rubio.
Sementara itu, analis geopolitik Al Jazeera, Mike Hanna, melaporkan dari Washington, D.C., bahwa rangkaian serangan terbaru ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung selama setengah tahun.
Menurutnya, langkah Washington menargetkan infrastruktur logistik energi Iran merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memberikan tekanan ekonomi yang masif terhadap Teheran.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Teluk tetap berada dalam status siaga tinggi, sementara komunitas internasional terus menyerukan upaya de-eskalasi guna mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi global yang lebih luas.










