TVRINews – Hebron
Penembakan di Pos Pemeriksaan Tewaskan Dua Prajurit, Perdana Menteri Janjikan Tindakan Tegas di Yudea dan Samaria
Angkatan Bersenjata Israel (IDF) memulai pembongkaran sejumlah bangunan pemukiman di Kota Hebron, Tepi Barat, menyusul insiden penembakan yang menewaskan dua prajurit militer dan melukai tiga lainnya di sebuah pos pemeriksaan keamanan Jumat 23 Oktober 2026.
Dua pelaku penembakan dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah terlibat baku tembak sengit dengan personel militer yang bertugas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa otoritas militer akan menghancurkan kawasan yang menjadi asal para pelaku. Ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk melancarkan operasi militer dalam skala yang lebih luas di kawasan Tepi Barat.
"Kami akan meratakan lokasi ini dan mengubah kondisinya secara menyeluruh," ujar Netanyahu saat meninjau langsung tempat kejadian perkara di Hebron.
Netanyahu juga mengumumkan penerapan isolasi ketat berupa barikade keamanan di sekitar Hebron kota yang dihuni sekitar 200.000 jiwa serta wilayah Halhul yang berdekatan.
Menurut keterangan resmi militer Israel, para pelaku diduga merencanakan serangan berskala lebih besar di sepanjang Jalur Utama Route 35. Namun, rencana tersebut terhalang oleh keberadaan pos pemeriksaan keamanan, sehingga memicu kontak senjata secara mendadak. Di dalam kendaraan pelaku, petugas menemukan sejumlah besar amunisi, satu pucuk pistol, dan satu senapan serbu.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mendesak pemerintah agar menerapkan strategi operasi militer penuh di Tepi Barat sebagaimana yang dilakukan di Jalur Gaza dan Lebanon. Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menyuarakan pembubaran Otoritas Palestina sebagai langkah responsif.
Dari sudut pandang hukum dan hak asasi manusia, praktik pembongkaran rumah kediaman keluarga tersangka pelaku serangan telah lama memicu kritik dari berbagai organisasi HAM internasional, yang menilainya sebagai bentuk hukuman kolektif.
Insiden keselamatan ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan wilayah menjelang pemilu legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung dalam hitungan hari, serta maraknya gesekan di area perkebunan zaitun warga lokal.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 96 warga Palestina dan empat warga Israel dilaporkan tewas dalam berbagai konflik di wilayah Tepi Barat sepanjang tahun ini, di luar korban jiwa dari insiden terbaru di Hebron tersebut.










