TVRINews, Kairo
Pemerintah Mesir gelar bazar pangan murah selama bulan Ramadhanpasca mengalami inflasi yang tinggi di negara itu. Bazar pangan murah ini dilakukan karena konsumsi yang tinggi warga mesir di awal bulan suci Ramadhan.
Perekonomian Mesir dilanda inflasi yang tinggi dan devaluasi mata uang lokal pada minggu lalu, yang menyebabkan pound Mesir kehilangan lebih dari 60 persen nilainya, berdampak pada lonjakan harga pangan.
Bazar ini merupakan pasar pangan tahunan yang diselenggarakan bersama oleh pemerintah dan kamar dagang menjelang bulan suci Ramadhan untuk memasok produk-produk yang lebih murah ke puluhan gerai di seluruh negeri.
“Kadin memberikan ruang leluasa bagi para pedagang untuk menjual produknya dengan syarat menjual dengan harga pokok. Kawasan di sini berukuran 6.000 meter dan menampung lebih dari 100 perusahaan yang menjual komoditas strategis dengan harga grosir seperti gula, beras, dan masakan. minyak. Selain itu, ada juga ayam, daging, sayuran, dan buah-buahan,” kata Mohamed Samir, direktur pelaksana Bazar.
Bazar yang disponsori pemerintah itu dipenuhi para pengunjung yang ingin membeli sembako dengan harga murah.
“Harganya jauh lebih murah. Tepung dijual 32 pound Mesir, tapi di sini dijual 26 pound. Minyak dijual 70 pound Mesir, tapi di sini tersedia dengan harga 50 pound. Ada perbedaan harga yang besar. Pasca mendapat gaji, bergegas ke sini untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, karena harganya sangat mahal di toko eceran,” kata Han, seorang ibu rumah tangga.
Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi produsen untuk memamerkan produknya dan mendongkrak penjualan.
“Kami adalah perusahaan baru yang baru berusia satu tahun dan baru pertama kali mengikuti pameran ini,” kata Ibrahim Adel, pemilik pabrik makanan dan minyak goreng.
“Produk memang mahal di pasaran, tapi di sini kami menjualnya dengan harga hampir setengah harga dengan kualitas yang bagus, dan Anda bisa melihat besarnya permintaan dari masyarakat sekitar kami. Itu karena mereka tidak akan menemukan harga yang kompetitif di tempat lain,” kata Amr Antar , pemilik Perusahaan Produksi Makanan Masr El Khair.
Pembelian dalam bazar ini dibatasi dan hanya beroperasi selama periode Ramadhan.
“Saya berharap kita dapat menemukan harga yang sama di mana pun sepanjang tahun dan tidak hanya saat ini. Hal ini memerlukan kontrol negara yang kuat (atas pasar dan tindakan keras terhadap manipulasi yang dilakukan oleh pedagang),” kata Hazem, seorang warga Kairo.
Pemerintah mengatakan bazar akan dilakukan secara lebih rutin. Pemerintah berharap diskon yang ditawarkan pada pameran tersebut juga akan memaksa produsen dan pengecer untuk memangkas harga guna menurunkan biaya hidup.










