TVRINews – Ottawa, Jepang
Perang Dagang Memanas, Ottawa Siapkan Balasan Setimpal
Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan Kanada mencapai eskalasi baru setelah Washington secara resmi memberlakukan bea masuk sebesar 50% terhadap produk-produk asal Kanada, menyusul kegagalan perundingan dagang bilateral di menit-menit akhir.
Pemerintahan Kanada merespons kebijakan tersebut dengan sikap tanpa kompromi. Perdana Menteri Mark Carney menyatakan bahwa negaranya akan memberikan balasan yang setara secara langsung terhadap kebijakan tarif sepihak yang diterapkan oleh Gedung Putih.
"Langkah ini merupakan pukulan telak terhadap daya saing kawasan Amerika Utara," ujar Candace Laing, Kepala Kamar Dagang Kanada, menanggapi situasi yang kian memanas ini seperti di kutip The Guardian Minggu 23 Agustus 2026.
Kebijakan tarif baru tersebut langsung menyasar sekitar 20 miliar dolar produk impor asal Kanada. Barang-barang yang terdampak mencakup berbagai komoditas lintas batas, mulai dari perlengkapan hoki, produk susu, hingga berbagai barang manufaktur lainnya.
Di sisi lain, perwakilan perdagangan Amerika Serikat, Jamieson Greer, mempertahankan kebijakan tersebut. Ia menyebutkan bahwa langkah proteksionis ini diperlukan guna melindungi rantai pasok serta para pekerja di dalam negeri Amerika Serikat.
Kendati para pengamat ekonomi memperingatkan potensi risiko kehilangan lapangan pekerjaan akibat gangguan rantai pasok, sejumlah pihak menilai dampak terbesar dari krisis perdagangan ini justru akan dirasakan dalam ranah politik, memperlebar jarak diplomasi di antara dua negara sekutu tradisional tersebut.










