
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Washington
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan dukungan terhadap Israel saat berseteru dengan kelompok militan, Hamas. Ia meminta warganya untuk mengeluarkan uang hingga miliaran Dolar lagi untuk membantu Israel.
Sementara itu, Kepala Pertahanan Israel mengatakan kepada pasukannya agar siap pergi ke Jalur Gaza untuk menghancurkan militan Palestina.
Dalam pidato Gedung Putih, Biden juga membahas upaya Ukraina untuk mengusir invasi Rusia. Ia mengatakan Hamas berusaha untuk 'memusnahkan' demokrasi Israel.
Beberapa waktu lalu, Biden melakukan kunjungan delapan jam ke Israel, juga menekankan pentingnya memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina di Gaza yang kekurangan makanan, air, dan obat-obatan.
“Kita tidak bisa mengabaikan kemanusiaan orang-orang Palestina yang tidak bersalah yang hanya ingin hidup damai dan mendapat kesempatan,” kata Biden yang dikutip tvrinews.com dari Reuters, Jumat, 20 Oktober 2023.
Biden akan meminta Kongres untuk menyetujui pendanaan tambahan untuk Israel. Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini sebelumnya mengatakan totalnya akan mencapai $14 miliar.
"Dana tersebut akan 'mempertajam keunggulan kualitatif Israel' dan memperkuat kemampuan militernya," ujar Biden.
Ia mengatakan keamanan nasional Amerika mengharuskannya untuk mendukung 'mitra penting', seperti Israel. Menurutnya, ini adalah investasi cerdas yang akan memberikan keuntungan bagi keamanan Amerika selama beberapa generasi.
Sementara itu di Jalur Gaza, Israel tampaknya semakin dekat dengan invasi besar-besaran ke daerah kantong pantai yang dikuasai Hamas. Militer Israel mengerahkan pasukan dan peralatan di dekat perbatasan Gaza.
“Anda melihat Gaza sekarang dari kejauhan, Anda akan segera melihatnya dari dalam. Perintah akan datang,” ucap Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.
Israel telah menggempur Gaza dengan serangan udara menyusul amukan kelompok bersenjata Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.400 warga Israel. Israel telah mengepung 2,3 juta penduduk Jalur Gaza dan mengisyaratkan invasi besar-besaran.
“Semua indikasinya menunjukkan keadaan terburuk akan terjadi,” kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi kepada wartawan di Amman.
Warga sipil di Gaza mengatakan situasi mereka semakin menyedihkan karena mereka kekurangan makanan, air, bahan bakar, dan pasokan medis.
Sekitar 3.500 orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Editor: Redaktur TVRINews
