TVRINews – Caracas, Venezuela
Kondisi Caracas mencekam setelah gempa kedua yang lebih kuat menghancurkan banyak bangunan vital.
Gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah barat ibu kota Venezuela pada Rabu 24 Juni 2026 malam waktu setempat atau kamis pagi 25 juli 2026 WIB, menyebabkan sejumlah bangunan di Caracas runtuh dan menjebak warga di bawah reruntuhan. Otoritas setempat kini bersiaga menghadapi potensi korban jiwa yang signifikan serta kerusakan infrastruktur yang meluas di seluruh negeri.
Berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Kurang dari satu menit berselang, gempa susulan yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama.
Dalam analisis awalnya, USGS memperingatkan bahwa bencana ini kemungkinan besar akan memakan banyak korban jiwa dengan kerusakan yang bersifat luas.
Menanggapi situasi kritis tersebut, Penjabat Presiden Delcy Rodriguez menyatakan akan segera menetapkan status darurat nasional. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses evakuasi dan penggalangan dana dari berbagai organisasi multilateral guna mendukung upaya pemulihan.
"Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga," ujar Rodriguez dalam pidato kenegaraan, meskipun ia belum merinci jumlah pasti korban tewas maupun luka-luka.
Operasi Penyelamatan Intensif
Di lapangan, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengonfirmasi adanya laporan bangunan dan tempat tinggal yang roboh. "Kami sedang menangani situasi ini dengan mengerahkan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang tersedia," tegasnya melalui televisi pemerintah.
Video yang beredar menunjukkan tim darurat berusaha menembus reruntuhan bangunan di pusat kota Caracas saat hari mulai gelap. Di saat yang sama, kerabat korban tampak cemas menunggu kabar mengenai nasib anggota keluarga mereka yang diyakini masih terjebak.
Gustavo Duque, Wali Kota Chacao, Caracas, melaporkan bahwa setidaknya 18 penyintas telah berhasil dievakuasi dari satu gedung yang runtuh. Ia mengimbau masyarakat untuk mencari perlindungan di ruang terbuka guna menghindari bahaya gempa susulan.
Dampak Infrastruktur dan Transportasi
Sejauh ini, otoritas melaporkan 22 orang terluka di negara bagian pesisir Falcon, sementara 15 orang dewasa dilaporkan masih hilang. Selain kerusakan bangunan, infrastruktur vital pun terdampak. Bandara utama Venezuela di Maiquetia, di utara Caracas, terpaksa ditutup akibat kerusakan fasilitas.
Hingga saat ini, sektor minyak Venezuela dilaporkan tidak terdampak langsung, mengingat pusat-pusat kerusakan berada di luar kawasan infrastruktur kritis. Meski demikian, pihak industri energi tetap melakukan penilaian mendalam terhadap fasilitas kilang dan operasional lapangan minyak mereka.
Pemerintah Amerika Serikat melalui kedutaan besarnya di Caracas menyatakan sedang memantau ketat situasi pasca-gempa dan mengimbau warga AS di sana untuk mencari tempat aman serta menjauhi zona kerusakan.
Venezuela secara geografis memang terletak di zona seismik aktif, tempat pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan. Catatan sejarah mencatat, gempa besar pada tahun 1812 di wilayah Merida dan Caracas pernah memakan korban jiwa sekitar 30.000 orang, sebagaimana dirilis oleh USGS.










