TVRINews – Tokyo, Jepang
Otoritas meteorologi Jepang memastikan tidak ada ancaman tsunami pascagempa yang berpusat di lepas pantai Iwate tersebut
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah utara Jepang pada Kamis 25 Juni 2026. Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan, getaran tersebut berpusat di lepas pantai wilayah Iwate dengan kedalaman 50 kilometer di bawah permukaan laut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur yang signifikan maupun korban jiwa. Pihak berwenang juga telah memastikan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pascainsiden tersebut.
Di kota Hashikami, salah satu titik yang merasakan guncangan paling kuat, dampak fisik yang tercatat tergolong minim. "Satu-satunya kerusakan di rumah saya hanyalah bingkai foto yang terjatuh," ujar salah seorang warga lokal kepada AFP.
Laporan dari penyiar publik NHK menunjukkan situasi di Kota Hachinohe tetap kondusif. Lalu lintas di pusat kota terpantau berjalan normal, dan fasilitas lampu lalu lintas tetap berfungsi tanpa gangguan.
Kerawanan Geologis Jepang
Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik paling tinggi di dunia. Secara geografis, kepulauan ini berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama yang terletak di sepanjang tepian barat "Cincin Api" Pasifik.
Negara berpenduduk sekitar 125 juta jiwa ini mencatat ratusan getaran setiap tahunnya, yang menyumbang sekitar 18 persen dari total gempa bumi yang terjadi di seluruh dunia. Sebagian besar gempa berskala ringan, namun dampak kerusakan sangat bergantung pada lokasi dan kedalaman pusat gempa.
Memori kolektif masyarakat Jepang masih dibayangi oleh peristiwa gempa bawah laut berkekuatan magnitudo 9,0 pada tahun 2011. Bencana tersebut memicu tsunami dahsyat yang menyebabkan sekitar 18.500 orang tewas atau hilang, serta melumpuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.
Sebelumnya, pada 20 April lalu, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 juga sempat melanda wilayah utara Jepang di perairan Pasifik, lepas pantai prefektur Iwate. Insiden tersebut sempat memicu otoritas setempat mengeluarkan peringatan khusus pada Senin lalu mengenai potensi peningkatan risiko gempa bumi dengan magnitudo 8,0 atau lebih kuat di masa depan.










