TVRINews – MUNICH
Polisi Tertahan Hadang Euforia, Perayaan PSG Sempat Terputus Sebelum Situasi Kondusif.
Euforia pecah jadi kekacauan di Allianz Arena, Munich, setelah Paris Saint-Germain (PSG) meraih gelar Liga Champions pertamanya dengan kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan, Minggu (1/6) dini hari WIB . Ribuan pendukung Les Parisiens yang memadati tribun mencoba menerobos ke lapangan setelah peluit akhir dibunyikan.
Polisi yang berjaga langsung membentuk barikade di depan tribun suporter PSG begitu laga usai. Namun, situasi sempat tak terkendali ketika massa pendukung turun ke sisi lapangan usai seremoni penyerahan trofi. Para petugas keamanan kewalahan selama beberapa menit hingga akhirnya berhasil memaksa massa kembali ke tribun.
Akibat insiden tersebut, perayaan PSG bersama fans sempat terpotong. Para pemain buru-buru meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Namun setelah situasi berhasil dikendalikan, skuad PSG kembali membawa trofi ke lapangan untuk melanjutkan selebrasi.
Atmosfer stadion malam itu didominasi warna biru-merah. Suporter Inter mulai meninggalkan stadion sebelum laga selesai, tak sanggup melihat tim kesayangannya dilibas telak.
Laga final ini mencatatkan sejarah: kemenangan PSG menjadi margin terbesar sepanjang sejarah final Liga Champions dalam 69 tahun terakhir. Désiré Doué menjadi bintang utama dengan dua gol dan satu assist untuk Achraf Hakimi. Dua gol lainnya dicetak Khvicha Kvaratskhelia dan pemain pengganti Senny Mayulu.
Laga bersejarah ini berubah jadi malam penuh drama bukan hanya di atas lapangan, tapi juga di luar garis permainan. Polisi Jerman dipaksa turun tangan bukan untuk mengamankan laga, tapi menahan gelombang euforia yang meledak tak terbendung.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga: Enrique, Sang Revolusioner PSG: Dari Kutukan ke Mahkota Liga Champions










