TVRINews, Arusha
Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia Milton Dick yang terpilih sebagai Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-32 untuk periode 2026–2029. Puan berharap kepemimpinan Milton dapat memperkuat peran IPU dalam menghadapi tantangan global, mulai dari persoalan geopolitik hingga ekonomi dan sosial budaya.
Pemilihan Presiden IPU berlangsung dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha International Conference Centre, Arusha, Tanzania, Jumat, 9 Oktober 2026. Puan hadir bersama delegasi DPR RI dan delegasi parlemen dari berbagai negara untuk mengikuti proses pemungutan suara.
“Saya hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ungkap Puan, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 9 Oktober 2026.
Terdapat tiga kandidat dalam pemilihan tersebut, yakni Sahiba Gafarova, Ketua Parlemen Azerbaijan; Milton Dick, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia; serta Rojo Edwards Silva, senator Parlemen Chile.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang diumumkan langsung, Milton Dick meraih 56 persen suara. Sahiba Gafarova memperoleh 33 persen, sedangkan sisanya diraih Rojo Edwards Silva.
Milton Dick terpilih menggantikan Tulia Ackson dari Tanzania yang telah memimpin IPU selama tiga tahun terakhir.
“Selamat kepada Yang Terhormat, Ketua DPR Australia Milton Dicks yang terpilih sebagai Ketua IPU ke-32. Kami menantikan gebrakan dan inovasi Mr Milton Dicks dalam memimpin IPU,” tutur Puan.
“Dan tentunya Indonesia memberikan apresiasi untuk Madam Tulia Ackson yang selama 3 tahun telah memimpin IPU dengan baik,” lanjutnya.
Puan menilai peran Presiden IPU semakin penting di tengah dinamika global yang terus berkembang. Menurutnya, forum parlemen dunia tersebut perlu memperkuat kontribusi dalam merespons persoalan geopolitik yang semakin kompleks serta berbagai tantangan ekonomi dan sosial budaya.
“Hal ini mengingat peran sentral IPU yang perlu semakin ditingkatkan dalam menangani isu-isu geopolitik yang semakin kompleks serta semakin besar,” ujar Puan.
“Termasuk juga dalam isu ekonomi dan sosial budaya yang mempengaruhi masyarakat dunia,” sambung cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.
Sebelum pemilihan Presiden IPU, Puan mengikuti rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 dan menyampaikan pandangannya dalam agenda general debate bersama pimpinan parlemen dari berbagai negara.
“Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan para anggota parlemen dari seluruh dunia dalam forum penting ini,” ungkap Puan.
Dalam forum tersebut, Puan menegaskan parlemen memiliki peran strategis sebagai penghubung antara aspirasi rakyat dan kekuasaan negara. Menurutnya, tugas parlemen tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi juga memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Parlemen adalah institusi yang harus mengubah suara rakyat menjadi hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik,” tambahnya.
Puan juga menekankan pentingnya peran IPU dalam memperkuat kerja sama antarparlemen, multilateralisme, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
“Oleh karena itu, IPU memberikan ruang bagi kita untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab berbagai tantangan global,” papar Puan.
Sebagai Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 pada 2022, Puan mengingatkan parlemen dunia memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan global berjalan seiring dengan prinsip demokrasi, etika, keadilan, dan akuntabilitas.
“Kita harus memastikan globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, serta kekuasaan dari akuntabilitas,” pesan Puan kepada seluruh anggota IPU.
“Melalui IPU, kita dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk memastikan tatanan global bukan hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi,” tambah Puan.
Puan turut menyampaikan apresiasi kepada Parlemen Tanzania dan IPU atas penyelenggaraan Sidang Umum IPU ke-153 serta sambutan yang diberikan kepada seluruh delegasi di Arusha.
“Termasuk atas sambutan hangat yang diberikan kepada kami semua di Arusha,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Dalam kunjungan ke Tanzania, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, serta Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.
Irine menjelaskan, kehadiran Puan dalam Sidang Umum IPU ke-153 menjadi bagian dari upaya membawa kepentingan diplomasi Indonesia sekaligus mengikuti pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap tiga tahun.
“Partisipasi Ketua DPR dalam Executive Committee IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Irine Yusiana Roba Putri.
“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” tutupnya.










