TVRINews – Lisbon
AS Sebut Desakan Pertahanan NATO Bukan Langkah Permusuhan
Amerika Serikat menegaskan bahwa desakan Washington terhadap sekutu-sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara untuk meningkatkan anggaran pertahanan tidak dimaksudkan sebagai tindakan permusuhan.
Pemerintah Amerika Serikat menilai penguatan militer di antara negara anggota merupakan benteng pertahanan yang krusial di tengah dinamika keamanan global yang kian kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam kunjungan kerjanya di Lisbon, Portugal, Kamis. Menurut Rubio, aliansi yang kokoh berakar dari kontribusi maksimal yang diberikan oleh setiap negara anggota tanpa terkecuali.
"Semakin kuat anggota NATO, semakin kuat pula NATO secara keseluruhan, serta semakin kuat pula aliansi dan efek jera yang kita miliki," ujar Rubio di hadapan para jurnalis dalam konferensi pers di ibu kota Portugal kamis 8 Oktober 2026.
Kebijakan luar negeri di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kerap menyoroti porsi anggaran pertahanan sejumlah negara anggota yang dinilai masih berada di bawah ekspektasi.
Washington berargumen bahwa beban keamanan kawasan selama ini tidak terdistribusi secara merata, sementara beberapa negara anggota menghadapi tantangan fiskal dalam mengalihkan dana dari sektor domestik lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Rubio menyadari bahwa tidak semua negara memiliki kapasitas finansial yang setara untuk mendanai proyek-proyek militer berskala besar. Meski demikian, ia menekankan pentingnya optimalisasi kapabilitas pertahanan nasional di tiap negara anggota.
Kunjungan Rubio ke Portugal menandai penutup rangkaian lawatannya ke tiga negara sekutu NATO di Eropa, setelah sebelumnya mengunjungi Islandia dan Yunani. Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti potensi eskalasi konflik di Ukraina yang dikhawatirkan dapat meluas melampaui batas negara dan mengancam stabilitas kawasan Eropa secara lebih luas.
Ancaman tersebut, lanjut Rubio, tidak hanya terbatas pada pertempuran fisik langsung, tetapi juga mencakup kampanye sabotase di negara-negara tetangga yang tergabung dalam aliansi. Sejumlah pejabat tinggi Eropa sebelumnya telah melontarkan tuduhan serupa terhadap Moskow atas serangkaian operasi gangguan yang bertujuan merusak dukungan terhadap Ukraina.
Di sisi lain, Washington menyatakan akan terus berupaya memfasilitasi jalur perundingan damai, kendati proses diplomasi kerap menghadapi jalan buntu di tengah intensitas konflik yang masih berlangsung.
Sementara itu, pemerintah Portugal sendiri tercatat mengalokasikan sedikit lebih dari dua persen dari produk domestik bruto untuk sektor pertahanan, sejalan dengan standar minimum yang ditetapkan aliansi, serta berencana meningkatkan alokasi tersebut. Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Amerika Serikat tetap menjadi pilar fundamental bagi kebijakan luar negeri negaranya.










