TVRINews – Beirut
Korban jiwa termasuk petugas pertahanan sipil saat operasi penyelamatan terus berlanjut di tengah eskalasi serangan di wilayah selatan.
Eskalasi serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon pada hari Jumat JUmatmalam atau sabru 9 Mei 2026 dini hari waktu Indonesia telah menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk seorang anggota pertahanan sipil.
Laporan resmi dari Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon menyebutkan bahwa serangan skala besar ini menghantam sejumlah titik pemukiman dan infrastruktur sipil.
Di distrik Tyre, kota Toura menjadi salah satu sasaran paling mematikan. Dua serangan udara yang dilancarkan secara beruntun menewaskan lima orang dan melukai tiga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat dilaporkan masih bekerja keras menyisir puing-puing bangunan untuk mencari seorang anak perempuan yang dinyatakan hilang.
Ketegangan di lapangan semakin meningkat seiring dengan target yang menyasar kendaraan di jalan raya.
Di distrik Hasbaya, sebuah pesawat tak berawak (drone) militer Israel menargetkan sebuah mobil di jalur yang menghubungkan Kfarchuba dan Kfarhamam. Serangan tersebut merenggut nyawa seorang petugas pertahanan sipil yang sedang bertugas.
Insiden serupa terjadi di jalan Arab al-Jall, Nabatieh. Sebuah kendaraan yang membawa tiga penumpang hancur terkena rudal, menewaskan seluruh orang di dalamnya. Ironisnya, seorang pengendara motor dan istrinya yang sedang melintas di lokasi saat ledakan terjadi turut menjadi korban; sang suami dilaporkan tewas sementara Istrinya mengalami luka berat.
Berdasarkan data resmi yang dihimpun, kehancuran juga meluas ke fasilitas kesehatan dan bantuan. Pesawat tempur Israel menghancurkan Gedung Hadraj yang terletak di dekat Rumah Sakit Sheikh Ragheb Harb di kota Toul. Serangan ini menyebabkan empat paramedis dari Asosiasi Pramuka Risala Islam terluka saat mereka tengah bersiaga di sekitar lokasi kejadian.
Juru bicara militer Israel dalam bahasa Arab, Avichay Adraee, sebelumnya telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di beberapa kota dan desa, termasuk Nmairiyeh, Tayr Felsay, dan Toura. Namun, serangan terus berlanjut secara intensif di berbagai distrik seperti Bint Jbeil, Sidon, dan Jezzine.
"Tim Palang Merah Lebanon baru saja berhasil mengevakuasi jenazah dua pemuda yang hilang akibat serangan hari sebelumnya di kota Blat," lapor NNA dalam rincian tambahan mengenai upaya pemulihan korban di Marjayoun.
Konflik yang kian memanas ini telah memberikan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Sejak Maret lalu, rangkaian serangan di Lebanon tercatat telah menewaskan sedikitnya 2.759 orang dan melukai lebih dari 8.500 lainnya.
Krisis ini juga memaksa sekitar 1,6 juta orang atau seperlima dari total populasi Lebanon untuk meninggalkan rumah mereka guna mencari perlindungan.
Meskipun terdapat upaya diplomasi internasional mengenai gencatan senjata, realita di lapangan menunjukkan gerak maju pasukan darat dan intensitas serangan udara yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan unit militer Israel dilaporkan terus berupaya merangsek masuk ke wilayah perbatasan selatan.










