TVRINews – Buenos Aires
Kasus meningkat hampir dua kali lipat saat pemerintah menolak intervensi WHO menyusul insiden kapal pesiar.
Argentina tengah menghadapi krisis kesehatan ganda: lonjakan rekor kasus hantavirus yang mematikan dan konfrontasi diplomatik yang semakin meruncing dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berdasarkan buletin epidemiologi terbaru yang dirilis pada Senin 7 Mei 2026, Argentina mencatat 101 kasus terkonfirmasi selama musim 2025–2026.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana hanya tercatat 57 kasus.
"Secara nasional, musim 2025–2026 menunjukkan jumlah kasus yang telah melampaui ambang batas wabah," lapor Kementerian Kesehatan Argentina yang dikutip Anadolu.
Pihak otoritas mencatat adanya "peningkatan berkelanjutan" yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda melandai.
Tekanan Lingkungan dan Perubahan Iklim
Para ahli mengidentifikasi anomali cuaca sebagai pemicu utama di balik krisis ini. Siklus kekeringan ekstrem yang diikuti oleh curah hujan tinggi telah menciptakan kondisi ideal bagi ledakan populasi hewan pengerat pembawa utama virus tersebut.
Kementerian Kesehatan Argentina menegaskan bahwa faktor lingkungan memegang peranan krusial dalam persebaran ini:
"Meningkatnya interaksi manusia dengan lingkungan liar, penghancuran habitat, serta perluasan pemukiman pedesaan menjadi faktor pendorong utama."
Laporan tersebut juga menggarisbawahi bagaimana perubahan iklim telah menggeser zona endemik tradisional, memaksa satwa liar pembawa virus masuk ke area pemukiman manusia demi mencari sumber pangan.
Perselisihan Geopolitik
Krisis kesehatan ini berubah menjadi isu geopolitik setelah wabah terdeteksi di atas kapal pesiar mewah MV Hondius, yang berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina.
Menyusul keputusan Argentina untuk mengikuti langkah Amerika Serikat keluar secara resmi dari WHO pada Maret 2026, suasana diplomatik antara Buenos Aires dan Jenewa semakin memanas. Pada hari Kamis, Kementerian Kesehatan Argentina menuduh WHO melakukan politisasi terhadap insiden di kapal pesiar tersebut.
Pemerintah Argentina menuding organisasi kesehatan dunia itu "mengeksploitasi" kasus infeksi di kapal pesiar untuk "mempengaruhi keputusan berdaulat" negara tersebut terkait pengunduran diri mereka.
Meskipun terjadi gesekan politik yang hebat, pejabat kesehatan setempat menegaskan bahwa "pemantauan epidemiologi preventif" tetap berjalan aktif. Namun, hingga laporan ini diturunkan, sumber pasti infeksi di atas kapal MV Hondius masih belum dapat dipastikan secara ilmiah.










