TVRINews, Kyiv
Konflik Rusia-Ukraina memanas setelah serangan udara Rusia menewaskan warga sipil, dibalas serangan drone Ukraina terhadap armada kapal tanker di Laut Azov.
Intensitas konflik antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat tajam dengan rangkaian serangan udara dan laut yang saling berbalas. Serangan Rusia dilaporkan menewaskan enam orang dan melukai 29 warga sipil di Ukraina, sementara pasukan Kyiv melancarkan serangan drone masif yang menargetkan armada kapal tanker Rusia di Laut Azov.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan 12 rudal, termasuk enam rudal balistik dan 121 drone dalam satu malam. Serangan tersebut mengakibatkan kerugian jiwa yang signifikan di berbagai wilayah.
Di Sumy, empat orang (termasuk seorang anak) tewas akibat bom luncur udara, sementara di Odesa, dua orang lainnya meninggal setelah rudal menghantam sebuah gedung.

(Seorang sapper memeriksa lokasi tumbukan rudal Rusia di daerah pemukiman Kyiv, Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto: AP Photo/Dan Bashakov))
"Sebagian besar drone dan beberapa rudal ditembak jatuh, tetapi rudal balistik mencapai target mereka, menegaskan kembali celah pertahanan udara Ukraina yang mengerikan," ujar Zelenskyy, Minggu, 12 Juli 2026
Balasan Ukraina ke Armada Kapal Rusia
Sebagai aksi balasan, Ukraina mengerahkan drone untuk menghantam infrastruktur maritim Rusia di Laut Azov. Staf Umum Ukraina mengklaim keberhasilan operasi tersebut dengan merusak 21 kapal tanker minyak, empat kapal tunda, dua kapal kargo, dan sebuah kapal pengerukan.
Meski demikian, pihak Rusia memberikan narasi berbeda. Kementerian Pertahanan Rusia membantah skala kerusakan yang diklaim Ukraina, menyatakan hanya empat kapal yang diserang, dengan satu korban jiwa di pihak mereka.
Selain itu, Rusia melaporkan telah menghancurkan 178 drone Ukraina dalam semalam di delapan wilayah Rusia, Semenanjung Krimea, serta perairan Laut Hitam dan Laut Azov.
Krisis Infrastruktur Energi
Serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi di dalam wilayah Rusia kini dilaporkan telah memicu krisis bahan bakar serta kelangkaan bensin di berbagai daerah.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa operasi serangan mereka bertujuan melumpuhkan fasilitas produksi drone di Kyiv serta menghancurkan titik-titik pelabuhan strategis di Izmail dan Chornomorsk.
Saling serang terhadap infrastruktur energi dan militer ini menegaskan bahwa konflik masih terus berada dalam fase eskalasi tinggi, dengan kerentanan yang kian nyata bagi warga sipil dan fasilitas vital di kedua negara.










