TVRINews – Teheran
Pemimpin Dunia Berkumpul di Teheran, Trump Sebut Amerika Tetap Dominan
Amerika Serikat mengonfirmasi penangguhan sementara negosiasi dengan Iran guna menghormati rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Langkah diplomatik ini diambil di tengah ketegangan geopolitik yang masih menyelimuti kawasan Timur Tengah pasca-insiden serangan udara 28 Februari lalu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pidatonya di Mount Rushmore, South Dakota, pada perayaan hari jadi ke-250 kemerdekaan AS Jumat 3 Juli 2026 menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk etika diplomatik.
"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Kami memberikan waktu sepekan untuk prosesi pemakaman karena kami bersikap baik," ujar Trump. Ia menegaskan kembali posisi Washington yang saat ini tetap mempertahankan postur militer terkuat di dunia dalam menghadapi tantangan keamanan global.
Diplomasi di Balik Prosesi Pemakaman
Meski tensi retorika politik tetap tinggi, saluran komunikasi tidak sepenuhnya terputus. Berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pada Juni lalu, kedua negara tetap melanjutkan negosiasi tidak langsung melalui perantara Qatar dan Pakistan. Fokus diskusi terbaru di Doha mencakup stabilitas Selat Hormuz, peninjauan sanksi ekonomi, dan kerangka keamanan regional.
Sejak Jumat 3 Juli, Teheran menjadi pusat perhatian diplomatik internasional. Televisi pemerintah Iran menyiarkan kedatangan delegasi tingkat tinggi dari berbagai benua yang memadati Imam Khomeini Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sejumlah tokoh kunci yang hadir meliputi Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, serta sejumlah pemimpin dari Irak, Armenia, China, dan negara-negara Teluk lainnya.
Upaya Normalisasi Regional
Di sela-sela prosesi, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Istana Saadabad. Dalam pertemuan tersebut, Yilmaz menyampaikan belasungkawa resmi dari Ankara.
"Sebagai Turki, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi pada upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas permanen di kawasan, memperkuat saluran dialog, dan mendukung proses normalisasi pasca-perang," tegas Yilmaz, sebagaimana dilansir melalui pernyataan resmi kantornya.
Jadwal Prosesi Hingga Pekan Depan
Otoritas Iran menetapkan rangkaian upacara penghormatan publik berlangsung pada 4-5 Juli, disusul prosesi utama di Teheran pada 6 Juli. Rangkaian ritual pemakaman akan dilanjutkan ke kota Qom pada 7 Juli, kemudian berpindah ke Irak (Baghdad, Najaf, dan Karbala) pada 8 Juli.
Perjalanan terakhir jenazah Ali Khamenei dijadwalkan berakhir pada 9 Juli, dengan upacara pemakaman di Kuil Imam Ali Reza, Mashhad. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran menyatakan bahwa jadwal masih dapat berubah menyesuaikan situasi keamanan dan kehadiran delegasi internasional.










