TVRINews, Abuja
Operasi Gabungan di Kawasan Danau Chad Lumpuhkan Abu-Bilal al-Minuki, Tokoh Kunci Terorisme Global.
Pasukan militer Nigeria yang bekerja sama dengan militer Amerika Serikat berhasil melumpuhkan salah satu petinggi paling berpengaruh dalam jaringan Negara Islam (ISIS) global, Abu-Bilal al-Minuki, Sabtu, 16 Mei 2026.
Operasi presisi ini menjadi pukulan telak kedua bagi kelompok ekstremis tersebut setelah sebelumnya kematian Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019 silam.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu, mengonfirmasi keberhasilan operasi gabungan yang menargetkan markas al-Minuki di kawasan Danau Chad sebuah wilayah perairan dan rawa strategis yang berbatasan dengan Nigeria, Chad, Niger, dan Kamerun.
"Angkatan Bersenjata Nigeria yang gigih, bekerja sama erat dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, telah melaksanakan operasi gabungan yang berani dan memberikan pukulan berat bagi jajaran Negara Islam," ujar Presiden Tinubu dalam pernyataan resminya yang dikutip BBC News Sabtu 16 Mei 2026.
Menurut laporan otoritas militer, al-Minuki tewas bersama beberapa letnan kepercayaannya dalam serangan terukur tersebut.
Target Global dan Rekam Jejak Kriminal
Pengumuman mengenai operasi ini pertama kali disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menggambarkan al-Minuki sebagai "orang kedua dalam komando ISIS secara global" sekaligus "teroris paling aktif di dunia."
Washington sebelumnya telah menetapkan al-Minuki sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus (Specially Designated Global Terrorist) pada tahun 2023.
Kematiannya diyakini akan mengacaukan jalur pendanaan serta struktur komando ISIS, baik di jaringan Afrika maupun global.
"Minuki tidak akan lagi meneror rakyat Afrika atau membantu merencanakan operasi yang menargetkan warga Amerika," tegas Presiden Trump seraya menyampaikan apresiasi atas kemitraan strategis dengan pemerintah Nigeria.
Arsitek Teror di Afrika Barat
Militer Nigeria mengungkapkan bahwa al-Minuki baru-baru ini dipromosikan sebagai "Kepala Direktorat Jenderal Jazirah", menempatkannya di jajaran elit hierarki ISIS dunia.
Sebelum menduduki posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi operasi afiliasi ISIS di sepanjang wilayah Sahel dan Afrika Barat, termasuk serangkaian serangan terhadap warga sipil dan komunitas minoritas.
Juru bicara militer Nigeria, Samali Uba, membeberkan rekam jejak panjang al-Minuki yang mulanya merupakan komandan senior Boko Haram sebelum menyatakan setia kepada ISIS pada tahun 2015.
Al-Minuki juga dikaitkan langsung dengan peristiwa penculikan massal siswi sekolah Dapchi pada tahun 2018, di mana lebih dari 100 siswi dari sebuah sekolah asrama di timur laut Nigeria diculik oleh kelompok militan.
Selain itu, ia diketahui berperan penting dalam memobilisasi pejuang menuju Libya guna mendukung operasi ISIS di Afrika Utara.
Peningkatan Kerja Sama Internasional
Keberhasilan operasi ini dicapai melalui pemanfaatan kemitraan baru dan berbagi intelijen (intelligence sharing) yang intensif antara AS dan Nigeria.
Aksi ini diambil di tengah meningkatnya eskalasi kekerasan ekstremis di wilayah tersebut, termasuk serangan mematikan di lapangan sepak bola negara bagian Adamawa yang menewaskan 29 orang pada April lalu.
Menanggapi meluasnya kerja sama militer dengan mitra internasional, Presiden Tinubu menegaskan pentingnya kolaborasi global saat berbicara di Africa CEO Forum di Kigali, Rwanda.
"Tantangan keamanan akan selalu ada, dan itu adalah hal yang tidak bisa Anda selesaikan sendiri. Anda tidak bisa mengoperasikan dunia dalam isolasi," kata Tinubu.
"Bahkan Trump, seberani apa pun dia, berada di China, berbicara tentang Taiwan. Jadi, siapa saya di Nigeria untuk mengatakan saya akan melakukannya sendiri? Saya harus merangkul tetangga saya. Saya harus mengejar kerja sama dan kemitraan pragmatis demi meningkatkan keamanan jiwa dan harta benda rakyat kami."










