TVRINews, Washington DC
Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) memperluas jejaring pemberdayaan perempuan Indonesia ke tingkat internasional melalui deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Luar Negeri (DPLN) PIM Amerika Serikat.
Deklarasi tersebut berlangsung di kampus University of the District of Columbia, Washington DC.
Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro menyambut kehadiran PIM Amerika Serikat sebagai langkah untuk memperluas kontribusi perempuan Indonesia di tingkat global sekaligus mempererat hubungan diaspora dengan Tanah Air.
Menurut Lana, PIM Amerika Serikat diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan Indonesia untuk mengembangkan kapasitas, memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kepedulian sosial, serta melestarikan budaya Indonesia di tengah masyarakat internasional.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antargenerasi agar perempuan Indonesia di mana pun berada dapat berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa tanpa kehilangan identitas serta kecintaan terhadap Indonesia.
Deklarasi tersebut menandai dimulainya kiprah PIM Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Gabriella Hasnan sebagai ketua DPLN dan Imelda Budiman sebagai wakil ketua.
Berbasis di kawasan Washington, DC, Maryland, dan Virginia, organisasi tersebut juga mulai mengembangkan jejaring ke sejumlah wilayah lain, yakni California, Nevada, Colorado, Florida, dan New York.
PIM Amerika Serikat mengusung sejumlah fokus kegiatan, meliputi pemberdayaan perempuan, pendidikan, kepemimpinan, pelestarian budaya, dan kegiatan sosial.
Melalui program-program tersebut, organisasi ini berupaya menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan diaspora untuk berpartisipasi dan berkarya.
“Keluarga menjadi titik awal untuk menumbuhkan generasi Indonesia yang cerdas, tangkas, bernurani, bertanggung jawab, dan tetap mencintai Tanah Air, meskipun tumbuh jauh dari Indonesia,” ujar Gabriella Hasnan dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Senin, 12 Oktober 2026.
Program PIM Amerika Serikat juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.
Implementasinya mencakup pendampingan perempuan muda, penguatan literasi digital, pendidikan keluarga, serta peningkatan kolaborasi antargenerasi.
Sebagai organisasi komunitas nirlaba dan nonpartisan, PIM Amerika Serikat menjadikan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan koordinasi sebagai landasan kegiatan.
Keberhasilan organisasi diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari manfaat nyata bagi pemberdayaan perempuan, perkembangan anak, pelestarian budaya, serta penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.
Deklarasi tersebut dirangkaikan dengan perayaan Hari Batik Sedunia 2026 dan turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, bersama istrinya, Nining Sri Astuti.










