TVRINews – Asuncion, Paraguay
Dua Juta Rekening Membeku, Santiago Peña Dikenakan Tahanan Rumah atas Dugaan Korupsi dan Nepotisme Finansial
Industri perbankan dan peta politik Paraguay terguncang hebat usai krisis finansial sistematis memicu pemakzulan serta penahanan terhadap Presiden Santiago Peña. Kejatuhan pimpinan negara tersebut dipicu oleh pembekuan operasional Ueno Bank, penyedia jasa keuangan digital terbesar di negara tersebut, yang kini berada dalam penanganan khusus otoritas moneter akibat defisit solvabilitas parah.
Bank Sentral Paraguay resmi mengambil alih penanganan Ueno Bank setelah lembaga digital tersebut gagal memenuhi rasio kecukupan modal minimum. Langkah darurat ini mengakibatkan akses keuangan hampir tiga juta warga setara 60 persen populasi dewasa Paraguay terisolasi seketika.
Eskalasi krisis berlanjut pada ranah politik ketika Kongres Paraguay mengesahkan pemakzulan Peña. Mantan pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) berusia 47 tahun tersebut kini berstatus tahanan rumah dan menghadapi penyelidikan kejaksaan agung atas dugaan tindak pidana pencucian uang, pengayaan diri secara melawan hukum, serta penyalahgunaan wewenang.
Implikasi Sistemik dan Nepotisme Struktural
Fokus penyelidikan kejaksaan tertuju pada keterkaitan finansial masa lalu antara Peña dan holding pengelola bank. Peña tercatat pernah memiliki saham bernilai sekitar 1 juta dolar AS pada entitas induk Ueno sebelum melepasnya pada April 2025.
Di samping itu, tak lama setelah dilantik pada 2023, Peña menunjuk mantan Chief Executive Officer Ueno, Carlos Carvallo Spalding, sebagai Gubernur Bank Sentral—sosok yang kemudian memberikan izin perubahan status Ueno dari perusahaan pembiayaan menjadi bank digital.
Selama periode pemerintahan Peña, regulasi investasi aset negara dilonggarkan, memungkinkan dana pensiun publik dan kas negara senilai 800 hingga 860 juta dolar AS ditempatkan pada institusi digital tersebut.
Audit internal yang mengindikasikan penyaluran pinjaman bermasalah ke grup perusahaan terafiliasi sempat diabaikan sebelum akhirnya memaksa otoritas mengambil tindakan tegas.
"Selama masa pemerintahan Peña, Ueno menerima berbagai kemudahan, dan pemerintah melonggarkan aturan guna memungkinkan dana publik diinvestasikan di bank tersebut," ujar Fabián Chamorro, sejarawan dan pengamat politik setempat.
Chamorro menambahkan bahwa tindakan hukum oleh lembaga legislatif merupakan langkah krusial untuk meredam gejolak sosial. "Gelombang protes terus membesar setiap hari, dan pemakzulan Peña menjadi mekanisme yang diambil kongres untuk mencegah ledakan kekecewaan rakyat."
Dampak Riil pada Sektor Riil dan Pergerakan Penjaminan
Dampak penghentian operasional Ueno Bank merembet luas ke sektor riil. Pelaku usaha di berbagai wilayah melaporkan penurunan volume transaksi hingga 80 persen. Selain itu, pembekuan aset kelompok usaha terafiliasi berdampak pada penghentian penerbitan media historis seperti surat kabar La Tribuna, serta penundaan pembayaran gaji ratusan pekerja media dan puluhan ribu pensiunan.
Masyarakat yang terdampak kini bergantung pada Skema Penjaminan Simpanan (FGD) yang menanggung saldo hingga batas maksimal 38.000 dolar AS mencakup mayoritas nasabah perorangan. Otoritas moneter telah memulai proses pencairan tahap awal bagi pemilik rekening dengan kriteria saldo terbatas yang telah terverifikasi.
Kendati mekanisme pemulihan telah berjalan, kendala teknis dan birokrasi masih menyisakan ketidakpastian bagi banyak nasabah.
"Kondisi ini memicu kecemasan dan keputusasaan, karena sungguh tidak jelas ke mana masyarakat harus mengadu. Situasi ini sangat membingungkan dan memprihatinkan," tutur Paola Benítez (25), seorang juru masak asal Asunción yang simpanannya masih tertahan.
Hingga saat ini, tim kuasa hukum Santiago Peña membantah seluruh dakwaan yang disangkakan dan menyatakan tidak ada bukti langsung yang menunjukkan keterlibatan klien mereka dalam pengarahan penempatan dana negara ke Ueno Bank. Sementara itu, proses peradilan terhadap Peña dan mantan Gubernur Bank Sentral Carlos Carvallo Spalding terus bergulir di pengadilan umum.










