TVRINews – Yaman
Pasukan Yaman tuduh milisi Houthi tembakkan rudal balistik ke lokasi padat warga di Taiz hingga picu ancaman krisis kemanusiaan.
Angkatan Bersenjata Yaman mengonfirmasi tuduhan terhadap milisi Houthi yang didukung Iran atas insiden serangan mematikan di sebuah pasar ramai di Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman, Jumat, 6 November 2026. Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 30 warga sipil tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Spesifikasi serangan diungkapkan oleh juru bicara militer Yaman, Majed Al-Nuzaili. Ia menyatakan bahwa kelompok Houthi melepaskan satu unit rudal balistik yang menghantam Pasar Al-Hadara di Distrik Waziyah.
Al-Nuzaili mengategorikan penyerangan wilayah sipil ini sebagai tindakan kejahatan perang serta menuntut pertanggungjawaban hukum bagi perencana maupun pelaksananya.
“Kejahatan ini merupakan cerminan nyata dari pola pendekatan milisi yang kerap menargetkan warga sipil setiap kali mereka mengalami kekalahan di medan tempur atau ketika peluncuran rudal mereka menemui kegagalan,” ujar Al-Nuzaili dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, pihak militer Yaman mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas terhadap pergerakan Houthi. Bentuk tindakan yang diminta mencakup pemutusan jalur pendanaan, penghentian pasokan senjata, hingga penegakan akuntabilitas hukum atas segala bentuk agresi terhadap populasi sipil.
Al-Nuzaili menegaskan bahwa insiden tragis ini tidak akan menyurutkan tekad militer dalam melanjutkan Operation Dawn of Yemen, sebuah operasi ketentaraan yang dirancang untuk menanggulangi ancaman Houthi, melindungi masyarakat sipil, serta menjaga stabilitas keamanan regional dan jalur pelayaran internasional.
Pemerintah daerah setempat di Taiz turut menguatkan rilis militer dengan menuding Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab. Otoritas lokal mengonfirmasi bahwa tidak ada aktivitas penerbangan pesawat militer yang melakukan operasi udara di Distrik Waziyah sepanjang hari Jumat.
Atas dasar hal tersebut, mereka menyerahkan pemantauan bukti-bukti fisik di lokasi kejadian kepada tim investigasi independen.
Eskalasi kekerasan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan yang setia kepada pemerintah sah Yaman. Konflik yang kembali memanas di Provinsi Taiz secara langsung memperparah kondisi kemanusiaan yang sebelumnya sudah sangat memprihatinkan.
Blokade yang diterapkan kelompok Houthi di Kota Taiz menyebabkan terputusnya akses jalur pasokan utama. Kondisi tersebut menghambat pendistribusian komoditas esensial seperti bahan makanan, bahan bakar, air bersih, hingga suplai medis mendasar bagi penduduk setempat.
Bulan lalu, Badan Program Pangan Dunia (UN WFP) mengeluarkan peringatan resmi bahwa peningkatan pertempuran telah memutuskan bantuan pangan bagi lebih dari 800.000 jiwa.
Pada saat yang sama, ketersediaan bahan bakar dan peralatan medis di berbagai rumah sakit berada pada tingkat kritis, mengancam operasional fasilitas kesehatan serta keselamatan ratusan pasien yang membutuhkan perawatan intensif.










