TVRINews – Washington DC
Di Tengah Desakan Pemakzulan dan Perombakan Gedung Putih, Hegseth Pilih Bertahan.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth kini menghadapi tekanan politik paling krusial dalam masa jabatannya. Di tengah gelombang kritik dari kalangan Demokrat, penurunan dukungan dari partai pengusungnya sendiri, serta ketidakpastian perombakan internal Gedung Putih, pejabat tinggi Pentagon tersebut secara terbuka menyatakan menolak untuk mengundurkan diri.
Tekanan terhadap Hegseth meningkat tajam menyusul dinamika politik di Washington dan sorotan publik atas kebijakan militer AS di Timur Tengah. pemakzulan (impeachment) yang dimotori oleh anggota DPR AS dari Partai Republik, Thomas Massie, menambah daftar panjang tantangan legislatif yang harus dihadapi Menhan AS tersebut dalam beberapa pekan mendatang.
Merespons tekanan yang kian memuncak, Hegseth merilis pernyataan video berdurasi hampir enam menit di media sosial untuk menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas serta mempertahankan agenda prioritas di Pentagon.
"Sama seperti Presiden, kami tidak akan mundur," tegas Hegseth dalam video tersebut, menekankan bahwa dirinya tetap fokus menjalankan amanat kepemimpinannya.
Dukungan teknis dan administratif terus disampaikan oleh internal Departemen Pertahanan. Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa Hegseth tidak akan terdistraksi oleh langkah-langkah politik yang berkembang di Kongres.
"Hegseth tidak akan mundur atau gentar oleh para politisi yang berusaha mencari keuntungan partisan atau meluncurkan investigasi tanpa dasar," ujar Parnell dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa Menhan berkomitmen penuh untuk memimpin Departemen Pertahanan secara profesional.
Namun, di tingkat legislatif, keraguan mengenai efektivitas kepemimpinan di Pentagon terus bermunculan. Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer, menyampaikan kekhawatirannya terkait kejelasan arah kebijakan luar negeri dan militer di tengah situasi yang dinamis ini.
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa ada banyak pertanyaan mengenai Hegseth. Kami tidak memiliki gambaran pasti mengenai bagaimana strategi ke depan terkait Iran," ungkap Comer saat diwawancarai media independen NewsNation.
Kritik tajam juga datang dari Senat. Senator Thom Tillis secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja dan pengambilan keputusan di lingkungan Departemen Pertahanan selama beberapa bulan terakhir.
"Ini berkaitan dengan kompetensi yang Anda tampilkan, saran yang keliru kepada Presiden, serta serangkaian episode yang merugikan, mulai dari pemecatan para jenderal senior hingga kebocoran informasi rencana militer," tulis Tillis melalui platform media sosialnya, Sabtu, 7 November 2026.
Di tengah transisi kepemimpinan internal Gedung Putih termasuk penunjukan Stephen Miller sebagai Kepala Staf yang baru analis politik menilai posisi Hegseth akan ditentukan oleh sejauh mana dukungan politik dari pihak eksekutif dapat bertahan di hadapan potensi penyelidikan Kongres yang diprediksi akan berlangsung intensif.










