TVRINews – Washington DC
Presiden AS Restrukturisasi Kabinet Gedung Putih Pasca-Kekalahan Telak Partai Republik di Pemilu Sela.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menunjuk penasihat seniornya, Stephen Miller, sebagai Kepala Staf Gedung Putih yang baru. perombakan jajaran puncak eksekutif ini dilakukan menyusul hasil Pemilu Sela yang menyaksikan Partai Republik kehilangan kendali atas mayoritas parlemen Kongres.
Miller, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala staf dan dikenal sebagai perancang utama kebijakan imigrasi garis keras administration Trump, menggantikan Susie Wiles. Wiles menyerahkan surat pengunduran dirinya setelah kekalahan politik Partai Republik memicu penataan ulang strategi di sisa dua tahun masa jabatan Trump.
"Susie telah bekerja sangat baik, namun dalam dinamika politik, perubahan terkadang perlu dilakukan," ujar Presiden Trump dalam keterangannya kepada awak media di Washington Jumat 6 November 2026. Trump menyoroti kapabilitas politik Miller serta rekam jejak kepemimpinannya yang dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah.
Dalam pernyataan resminya, Wiles mengungkapkan rasa bangga atas pengabdiannya di Gedung Putih dan menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung visi presiden, meskipun perannya kini bergeser ke unit operasi politik Trump.
Pergeseran Peta Politik dan Gelombang Pengunduran Diri
Pengunduran diri Wiles terjadi di tengah gelombang konsolidasi di internal administrasi AS. Selain Wiles, sejumlah pejabat tinggi di Kementerian Kehakiman (DOJ) juga mengundurkan diri pasca-pemilu sela, termasuk Kepala Divisi Hak Sipil Harmeet Dhillon, Kepala Divisi Keamanan Nasional John Eisenberg, serta Jaksa AS wilayah Florida Jason Reding Quiñones.
Pengangkatan Miller mendapat sambutan hangat dari internal istana. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menegaskan bahwa Miller merupakan sosok kunci yang siap mengawal agenda strategis pemerintah hingga akhir masa jabatan.
"Tidak ada advokat yang lebih tangguh untuk agenda Presiden selain Stephen. Ia siap membantu administrasi ini meraih pencapaian-pencapaian krusial," tegas Cheung.
Di sisi lain, penunjukan Miller memicu kritik tajam dari kubu oposisi. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Robert Garcia, yang bakal memimpin Komite Pengawasan DPR, menyatakan akan terus mengawasi sepak terjang Miller, terutama terkait kebijakan imigrasi dan penegakan hukum oleh penegak imigrasi (ICE).
Sementara itu, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyuarakan keberatan mendalam terhadap garis politik konservatif yang diusung Miller.
Profil dan Rekam Jejak Stephen Miller
Miller (41) mengawali karier politiknya sebagai penasihat Senator Alabama Jeff Sessions pada 2009, sebelum akhirnya bergabung dalam tim kampanye Trump pada awal 2016.
Lulusan Duke University ini konsisten menjadi salah satu loyalis terdekat Trump dan terlibat aktif dalam perumusan berbagai perintah eksekutif kunci, khususnya di bidang penegakan hukum imigrasi dan kebijakan batas wilayah.
Sesuai jadwal resmi administrasi Gedung Putih, Miller akan mulai menjalankan tugas barunya secara efektif pada hari Senin mendatang.










