TVRINews – Jenewa
Kapal kemanusiaan dilaporkan didekati armada tak dikenal di perairan internasional Mediterania.
Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, mendesak negara-negara di kawasan Mediterania untuk segera memberikan perlindungan bagi armada kapal bantuan kemanusiaan, Global Sumud Flotilla, yang tengah menuju Jalur Gaza.
Para aktivis kemanusiaan melaporkan adanya pergerakan sejumlah kapal misterius yang mendekati konvoi mereka di perairan internasional.
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Albanese menegaskan pentingnya menjaga keselamatan misi sipil tersebut. Ia meminta negara-negara Mediterania untuk mengambil tindakan nyata guna melindungi kapal-kapal sipil yang sedang berupaya menembus blokade di Gaza.
"Lindungi kapal-kapal sipil yang mencoba mendobrak pengepungan genosida Israel di Gaza," tulis Albanese dalam unggahannya, Senin 18 Mei 2026.
Selain itu, Albanese juga menyerukan kepada pemerintah internasional untuk menghentikan segala bentuk keterlibatan yang mendukung sistem apartheid dan mendesak ditegakkannya keadilan hukum.
Kehadiran Armada Tak Dikenal
Pernyataan dari perwakilan PBB tersebut merespons peringatan darurat yang dikeluarkan oleh pihak Global Sumud Flotilla pada Minggu 17 Mei malam.
Dalam laporan tersebut, pihak flotilla mendeteksi keberadaan kapal angkatan laut, perahu cepat, dan pesawat tanpa awak (drone) yang tidak dikenal di sekitar konvoi saat mereka berlayar di perairan internasional Mediterania.
Insiden ini terjadi tak lama setelah armada mengumumkan bahwa mereka telah memasuki wilayah perairan internasional.
Berdasarkan catatan perjalanan, Misi Musim Semi Global Sumud Flotilla 2026 ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza sekaligus menembus blokade yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Namun, perjalanan ini tidak berjalan mulus. Pada akhir April lalu, armada sempat dicegat oleh militer Israel di lepas pantai Kreta, sekitar 600 mil laut dari titik tujuan.
Kapal-kapal pertama dalam misi ini diketahui bertolak dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April. Sementara itu, armada utama mulai berlayar dari Pulau Sisilia, Italia, pada 26 April.
Dampak Blokade Jangka Panjang
Blokade ketat yang diterapkan terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007 telah menempatkan sekitar 2,4 million penduduk di wilayah tersebut berada dalam ancaman kelaparan yang akut.
Kondisi kemanusiaan kian memburuk menyusul operasi militer intensif yang diluncurkan sejak Oktober 2023.
Berdasarkan data terkini, konflik yang telah berlangsung selama dua tahun tersebut mengakibatkan lebih dari 72.000 warga lokal tewas, 172.000 lainnya luka-luka, serta kehancuran infrastruktur skala besar di seluruh wilayah yang terkepung.










