TVRINews – Beijing
Dua Warga Tewas dan Ribuan Penduduk Liuzhou Dievakuasi Pasca-Guncangan Senini Dini Hari
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Guangxi di barat daya China pada Senin 18 Mei 2026 pagi waktu setempat.
Peristiwa ini mengakibatkan dua orang tewas dan memaksa lebih dari 7.000 warga di Kota Liuzhou untuk dievakuasi, di tengah upaya pencarian dan penyelamatan yang masih terus berjalan.
Pihak berwenang setempat mengonfirmasi bahwa selain dua korban jiwa, satu orang dilaporkan masih hilang, sementara empat korban luka lainnya telah dilarikan ke rumah sakit.
"Para korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan tidak ada satu pun dari mereka yang mengalami cedera fatal yang mengancam jiwa," demikian laporan dari stasiun televisi resmi pemerintah, CCTV, dan kantor berita negara, Xinhua, Senin 18 Mei.
Berdasarkan identifikasi dari otoritas penyiaran CCTV, kedua korban meninggal dunia merupakan sepasang suami istri, masing-masing seorang pria berusia 63 tahun dan wanita berusia 53 tahun. Hingga saat ini, tim penyelamat masih fokus melakukan penyisiran untuk menemukan satu warga yang dinyatakan hilang.
Kerusakan Infrastruktur dan Respons Darurat
Guncangan yang terjadi pada dini hari tersebut menyebabkan sedikitnya 13 bangunan runtuh.
Dalam rekaman video yang dirilis oleh CCTV, terlihat kepanikan warga yang berhamburan keluar menyelamatkan diri dari gedung-gedung bertingkat, serta tumpukan puing-puing bangunan yang hancur di samping rumah-rumah penduduk.
Di lokasi bencana, petugas penyelamat mengenakan helm pengaman tampak berjalan perlahan melintasi reruntuhan beton. Mereka dibantu oleh anjing pelacak yang dikerahkan untuk mendeteksi tanda-taman kehidupan di balik puing. Alat-alat berat (eksavator) juga telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pembersihan puing-puing bangunan.
Dampak Transportasi dan Layanan Publik
Otoritas perkeretaapian setempat segera mengeluarkan peringatan terkait potensi gangguan transportasi. Langkah ini diambil seiring dengan inspeksi menyeluruh yang dilakukan petugas untuk memastikan integritas dan keamanan infrastruktur jalur kereta api di wilayah terdampak.
Kendati demikian, media pemerintah memastikan bahwa fasilitas publik utama tidak mengalami kelumpuhan total.
Saluran komunikasi, jaringan listrik, pasokan air dan gas, serta arus lalu lintas di area yang dilanda gempa dilaporkan masih dapat beroperasi dengan normal. Kesigapan mitigasi terus dipantau guna mengantisipasi adanya gempa susulan.










