TVRINews, Roma
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma memaksimalkan jalur diplomasi lunak atau soft diplomacy untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat citra positif tanah air di kancah internasional. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan peragaan busana atau fashion show bertajuk Dea Terra: Mother Earth yang digelar secara maraton di dua kota di Italia, yakni di San Polo D'Enza dan Kota Roma.
Melalui pagelaran ini, kain-kain tradisional Indonesia serta produk fesyen ramah lingkungan dipromosikan secara masif kepada kalangan korps diplomatik, pemerhati mode, hingga masyarakat lokal setempat. Upaya strategis ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan budaya yang mempererat hubungan bilateral kedua negara, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dalam membuka akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM nusantara ke benua Eropa.

Kegiatan kebudayaan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara KBRI Roma dengan diaspora Indonesia Eny Sariyati Thalib, desainer muda Indonesia, serta Wastra Warna Indonesia. Melalui tajuk Dea Terra: Mother Earth, promosi ini mengangkat tema utama penghormatan terhadap alam sebagai sumber inspirasi sekaligus pengingat akan pentingnya prinsip keberlanjutan atau sustainability dalam industri mode global.
Tema natural alam tersebut diwujudkan secara nyata melalui pemanfaatan kain-kain tradisional Indonesia, metode pewarnaan alami, serta siluet busana yang terinspirasi dari unsur-unsur bumi seperti tanah, air, flora, dan fauna nusantara. Langkah ini menjadi representasi keindahan kekayaan hayati sekaligus kearifan lokal yang dimiliki oleh Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini dibuka secara resmi dengan gelaran fashion show di City Hall San Polo D'Enza pada 19 Juni 2026, yang merupakan kolaborasi antara kedua desainer dengan diaspora Indonesia Eny Sariyati Thalib serta Pemerintah Kota San Polo D'Enza.
Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan peragaan busana di Ruang Garuda Wisma Duta KBRI Roma pada 23 Juni 2026. Agenda tersebut dihadiri oleh tamu undangan asing dari berbagai kalangan, termasuk jajaran korps diplomatik, pemerhati mode, mitra akademis, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan kembali pada 24 Juni 2026 yang dikhususkan untuk menyambut masyarakat luas serta diaspora Indonesia di Italia agar dapat turut merayakan keindahan wastra dan budaya Indonesia bersama-sama.
Ajang Dea Terra di Roma menjadi panggung utama dalam menampilkan karya-karya memukau dari dua desainer muda berbakat Indonesia, yaitu Rafi Ridwan dan Maria Angelita. Rafi Ridwan adalah desainer muda penyandang tunarungu yang telah menorehkan berbagai prestasi gemilang di kancah mode internasional. Memulai debutnya pada usia 9 tahun melalui kolaborasi dengan Barli Asmara, Rafi sukses tampil di Jakarta Fashion Week 2012 dan berhasil membawa kain tenun Indonesia Timur ke panggung runway di Amerika Serikat. Atas dedikasinya yang tinggi, Rafi telah menerima sejumlah penghargaan bergengsi, seperti Anugerah Kebudayaan dari Kemendikbud pada tahun 2016 dan Insert Fashion Award pada tahun 2019.
Sementara itu, Maria Angelita merupakan desainer fesyen dengan kecintaan mendalam dalam menciptakan busana yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi pemakainya. Dengan pengalaman matang dalam desain custom-made dan ready-to-wear, Maria tengah membangun reputasinya sebagai desainer yang memahami keseimbangan antara estetika, kenyamanan, serta kualitas premium. Setiap desain yang lahir dari label by.Margel membawa cerita, karakter, dan nilai emosional yang dekat dengan perempuan modern yang menghargai keanggunan serta kesempurnaan dalam setiap detail.
Selain peragaan busana, kegiatan internasional ini turut dimeriahkan dengan penyelenggaraan mini bazaar yang menampilkan produk-produk UMKM unggulan Indonesia, mulai dari wastra tradisional, kerajinan tangan atau handicraft, aksesoris, hingga produk kreatif lainnya. Penyelenggaraan mini bazaar ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk UMKM Indonesia kepada masyarakat Italia dan komunitas internasional di Roma. Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan pemerintah dalam mendorong penetrasi ekspor produk ekonomi kreatif nasional ke pasar Eropa.
Sebagai bagian pelengkap dari rangkaian kegiatan, diselenggarakan pula promosi kuliner Indonesia yang menyajikan beragam hidangan khas nusantara kepada para tamu undangan. Agenda ini ditujukan untuk mendukung upaya diplomasi kuliner atau gastrodiplomacy sebagai bagian integral dari diplomasi publik Indonesia di Italia.
Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara diplomasi budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif Indonesia di kancah internasional.
"Melalui 'Dea Terra: Mother Earth', kami ingin menunjukkan bahwa mode Indonesia tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga tentang penghormatan kepada alam, kekayaan wastra nusantara, dan kerja keras para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung industri kreatif kita. Kegiatan ini adalah jembatan budaya sekaligus jembatan ekonomi yang mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Italia," ujar Dubes Junimart Girsang.
KBRI Roma memandang kegiatan ini sebagai momentum strategis yang berhasil memadukan diplomasi budaya, promosi ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM Indonesia di tingkat global. Selain memperkenalkan karya desainer muda dan produk unggulan nusantara kepada masyarakat Italia, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat citra positif Indonesia sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Italia melalui jalur soft diplomacy.










