TVRINews - Teheran
AS Klaim Cegat Serangan Rudal Balistik Iran di Timur Tengah
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah sempat mereda dalam beberapa hari terakhir. Militer Amerika Serikat menyatakan telah berhasil mencegat serangkaian rudal balistik yang diluncurkan oleh Iran, dalam apa yang disebut sebagai upaya serangan kejutan terhadap fasilitas militer AS.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis melalui platform media sosial X Selasa 28 Juli 2026, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) memaparkan kronologi insiden tersebut.
“At 5.45pm ET today, Islamic Revolutionary Guards Corp forces launched multiple ballistic missiles from Iran in an attempted surprise attack on US forces based in the Middle East,” tulis Centcom.
Pihak Centcom memastikan bahwa seluruh proyektil berhasil dikendalikan sebelum mencapai sasaran. Kendati demikian, jajaran komando pertahanan menegaskan bahwa seluruh personel tetap berada dalam tingkat siaga tertinggi guna mengantisipasi potensi eskalasi susulan.
Berdasarkan laporan media Axios yang mengutip pejabat senior AS, target dari peluncuran rudal tersebut mengarah ke salah satu pangkalan militer AS di Yordania.
Sebelum insiden ini terjadi, situasi sempat menunjukkan tren positif menyusul jeda pertempuran selama akhir pekan. Kedua belah pihak sebelumnya terlibat dalam rangkaian serangan udara intensif selama hampir dua pekan, yang melibatkan serangan malam hari oleh AS ke wilayah Iran serta balasan salvo drone dan rudal oleh Teheran terhadap sekutu Washington di sekitar kawasan Teluk.
Akar ketegangan mutakhir ini bermula dari sengketa kendali atas Selat Hormuz, jalur maritim strategis tempat melintasnya seperlima pasokan minyak mentah dunia. Konflik terbuka di jalur air tersebut kian menguat menyusul kebuntuan implementasi kesepakatan gencatan senjata sementara yang disepakati pada Juni lalu.
Pemerintah Iran menuntut agar seluruh kapal komersial yang melintas menggunakan jalur navigasi di dekat garis pantai mereka serta memberlakukan pungutan biaya. Sebaliknya, kapal-kapal tanker internasional memilih mengoptimalkan rute selatan di sepanjang perairan Oman di bawah pengawalan operasi maritim AS, yang kemudian memicu aksi penyerangan terhadap sejumlah kapal niaga.
Dinamika geopolitik ini turut berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dunia sempat merosot tajam menyusul meredanya intensitas militer akhir pekan lalu, di mana Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan keyakinannya terkait peluang kemajuan dalam perundingan damai.
Di sisi lain, situasi keamanan regional semakin rumit dengan adanya laporan dari Arab Saudi yang menyatakan berhasil mencegat drone militer di wilayah udaranya selama dua hari berturut-turut. Serangan tersebut diduga berasal dari milisi yang berafiliasi dengan Iran di Irak.
Menanggapi tudingan tersebut, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi telah menginstruksikan badan keamanan nasional untuk menggelar investigasi mendalam. Melalui pernyataan resminya, pemerintah Irak menegaskan komitmen penuh untuk memastikan wilayah kedaulatannya tidak disalahgunakan sebagai jalur atau titik luncur aksi militer yang menyasar negara sahabat.
Sebaliknya, kelompok payung milisi bersenjata yang tergabung dalam Perlawanan Islam di Irak dengan tegas membantah keterlibatan mereka. Mereka bahkan menuding klaim tersebut sebagai fabrikasi semata, sembari mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan kelompok Houthi di Yaman yang sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.
Di tengah memanasnya situasi kawasan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui tengah melakukan kunjungan resmi ke Washington. Pertemuan tertutup antara PM Netanyahu dan Presiden Trump di Gedung Putih berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menilai pertemuan perdana sejak pecahnya konflik tersebut berjalan dalam suasana yang positif dan produktif. Pertemuan tingkat tinggi ini dinilai krusial di tengah tekanan domestik yang dihadapi kedua pemimpin menjelang agenda politik penting di negara masing-masing.









